Dewan Keluhkan Pemasangan LPJU di Banjarangkan
Pemasangan fondasi LPJU mempersempit lebar got sekitar 15 sentimeter dan badan jalan 15 sentimeter.
SEMARAPURA, NusaBali
DPRD Klungkung mengeluhkan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah titik di Kabupaten Klungkung. Mereka menilai proyek Rp 10 miliar bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung itu kurang matang dalam perencanaan. Alasannya, pemasangan tiang lampu kebanyakan di atas trotoar dan memakan tepi jalan raya.
Anggota DPRD Klungkung I Wayan Mastra bersama Putu Tika Winawan turun langsung ke lapangan meninjau lokasi pemasangan LPJU di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Senin (27/10). Hasil pengecekan, hampir seluruh tiang lampu yang dipasang dari perbatasan Klungkung–Gianyar hingga ke arah timur berdiri di atas trotoar. Menurut Mastra, pemasangan fondasi LPJU mempersempit lebar got sekitar 15 sentimeter dan badan jalan 15 sentimeter.
Mastra juga menilai pemasangan jaringan instalasi di dalam got tidak tepat. Padahal, got di kawasan itu relatif sempit dan ancaman banjir belakangan semakin tinggi karena curah hujan terus meningkat. “Kita semestinya memperlebar got untuk mencegah banjir, bukan malah mempersempitnya. Kalau got penuh sampah dan nyangkut di instalasi, bisa-bisa air meluap ke jalan,” keluhnya. Menurut Putu Tika Winawan, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan dari pemerintah daerah.
Tika Winawan menyayangkan trotoar yang seharusnya digunakan pejalan kaki kini dipenuhi tiang-tiang LPJU. “Proyek ini dilaksanakan Dinas Perhubungan, tapi pemasangannya di area yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR yakni trotoar. Ini jelas menunjukkan perencanaan yang tidak sinkron. Kalau rusak, siapa yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan?” ujar Tika Winawan. Dia mengaku prihatin karena anggaran sebesar Rp 10 miliar justru menimbulkan persoalan teknis di lapangan.
Tika Winawan meminta Bupati Klungkung I Made Satria mengkondisikan jajarannya agar lebih cermat dalam melakukan perencanaan. Proyek LPJU tahun ini memasang 293 unit lampu antik dengan LED 90 watt tersebar di empat kecamatan. Setiap unit dipasang berjarak sekitar 30–50 meter di satu sisi jalan. LPJU terbanyak dipasang di Kecamatan Nusa Penida sejumlah 78 unit, Kecamatan Klungkung 73 unit, Banjarangkan dan Dawan masing-masing 71 unit.
Kadis Perhubungan I Gusti Gede Gunarta mengaku sudah menyampaikan posisi tiang LPJU dipasang di tepi jalan dan sebagian di atas trotoar karena keterbatasan lahan. Permasalahan serupa juga dialami daerah lain. Keputusan itu sudah dijelaskan dalam rapat koordinasi bersama Komisi II DPRD Klungkung beberapa waktu lalu. 7 k24
1
Komentar