nusabali

Lupa Matikan Kompor, Dapur Ludes Terbakar

  • www.nusabali.com-lupa-matikan-kompor-dapur-ludes-terbakar

NEGARA, NusaBali - Sebuah bangunan dapur semi permanen milik I Gusti Ngurah Wiadnyana Putra, 63, di Jalan Pulau Irian, Lingkungan Menega, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Jembrana, ludes dilalap si jago merah pada Sabtu (25/10). Insiden kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian sang pemilik rumah yang lupa mematikan kompor saat sedang memasak.

Dari informasi, peristiwa kebakaran itu bermula dari Wiadnyana Putra yang sempat menyalakan kompor untuk merebus ayam di dapur pada sekitar pukul 10.00 Wita. Karena merasa gerah, ia memutuskan meninggalkan masakan tersebut dalam kondisi kompor masih menyala dan bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.

Setelah selesai mandi, Wiadnyana Putra lupa dengan masakannya dan malah asyik mengobrol dengan istrinya yang sedang mengasuh anak di ruang tetangga sebelah selatan rumahnya.

Tak berselang lama, sekitar pukul 10.39 Wita, tetangga korban mulai mencium bau gosong yang menyengat. Ketika diperiksa, ternyata bagian dapur milik Wiadnyana Putra sudah dilalap api.

Dalam keadaan panik, tetangga korban langsung berteriak memanggil pemilik rumah dan segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana.

Informasi kebakaran yang diterima oleh salah satu anggota Damkar itu pun diteruskan ke Markas Komando (Mako) Damkar Satpol PP Jembrana.


Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) pada Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja saat dikonfirmasi Minggu (26/10), membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Setelah menerima laporan, Regu I Damkar yang tengah piket saat itu lansung turun melakukan penanganan ke lokasi kejadian.

"Penyebab kebakaran diduga kuat dari kompor yang ditinggalkan menyala. Pemilik sempat memasak, tapi ditinggalkan mandi dan kemudian lupa," ucap Rita.

Untuk menanggulangi api yang membakar dapur berukuran 4 meter x 3 meter persegi tersebut, petugas Damkar mengerahkan 3 unit armada berupa 1 mobil tangki dan 2 mobil penembak.

Petugas menghabiskan sekitar 3.000 liter air dari satu tangki penembak Hino. Penanganan kebakaran berlangsung kurang lebih 45 menit hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun korban luka, kerugian materiil yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai Rp 2.000.000. Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh isi dapur semi permanen tersebut, termasuk di antaranya berupa sebuah kompor gas, sejumlah perabotan dapur, dan dua buah meja kayu.

Berkaca dari kejadian tersebut, Rita mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi bahaya kebakaran. Ia mengingatkan untuk selalu berhati-hati dan tidak meninggalkan berbagai sumber api dalam keadaan menyala. ode

Komentar