Wisata Edukasi dan Pertanian di Desa Munduk
SINGARAJA, NusaBali - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melaksanakan program Pengembangan Desa Wisata Berbasis GeoAgro-Edu Tourism atau wisata edukasi dan pertanian di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Program ini bertujuan memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing desa wisata melalui penguatan sektor pariwisata dan pertanian sebagai basis ekonomi masyarakat.
Ketua Tim PPK Ormawa Pokja Penalaran FMIPA Undiksha, Ni Luh Putu Sri Puja Astuti, menjelaskan bahwa program ini berlangsung selama lima bulan, mulai Juli hingga November 2025. “Program ini kami mulai dari Juli hingga November 2025, dilaksanakan secara bertahap, mulai dari persiapan, implementasi lapangan, hingga evaluasi,” ujarnya, Jumat (24/10).
Puja Astuti menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan mencakup pemasangan alat penunjuk arah trekking, revitalisasi fasilitas kayaking, pembuatan peta trekking, hingga menghadirkan ikon baru Munduk Bloom Scape. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata sektor pariwisata desa.
Menurutnya, Desa Munduk memiliki potensi alam yang luar biasa, seperti hamparan perkebunan, deretan air terjun, panorama Gunung Lesung, hingga keindahan Danau Tamblingan. “Selain kekayaan alam, kekuatan budaya lokal di Munduk masih sangat terjaga. Namun, tantangan berupa keterbatasan promosi, fasilitas pendukung, dan inovasi destinasi masih perlu diselesaikan bersama,” jelasnya.
Program ini menyasar kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemuda desa, dan pelaku UMKM. “Target jangka panjang kami adalah menjadikan Munduk sebagai desa wisata mandiri dengan konsep edukasi berbasis alam dan budaya lokal. Kami ingin program ini memberikan dampak nyata, baik pada kesejahteraan masyarakat maupun pada kelestarian lingkungan,” kata Puja Astuti.
Selain kegiatan pengembangan destinasi, mahasiswa juga menggelar diklat agrowisata dan pelatihan diversifikasi produk. Masyarakat dilatih mengembangkan konsep wisata edukatif berbasis pertanian serta mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai tambah. Diharapkan, program ini mampu melahirkan produk unggulan desa yang menarik minat wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Konsep GeoAgro-Edu Tourism sendiri menawarkan pendekatan holistik dengan memadukan potensi geografi, pertanian, pendidikan, dan pariwisata. Dengan kolaborasi erat antar pihak, Desa Munduk diharapkan tumbuh menjadi destinasi wisata yang berdaya saing, berkarakter, dan berkelanjutan,” tutup Puja Astuti.7 mzk
Komentar