nusabali

Pendakian ke Gunung Agung Ditutup 15 Hari

  • www.nusabali.com-pendakian-ke-gunung-agung-ditutup-15-hari

AMLAPURA, NusaBali - Terkait Pujawali di Pura Pasar Agung, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem yang puncaknya pada Purnama Kalima, Buda Umanis Julungwangi, Rabu (5/11) mendatang, diberlakukan larangan mendaki Gunung Agung selama 15 hari pada 2-16 November.

Larangan pendakian ini bertujuan untuk menjaga kasucian Pura Pasar Agung, dan kesucian Gunung Agung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pujawali berlangsung. 

"Setiap pujawali dan piodalan, di Pura Pasar Agung, selalu diberlakukan larangan mendaki Gunung Agung, selama Ida Bhatara nyejer," ujar Humas Pangempon Pura Pasar Agung, I Wayan Suara di sela-sela mengkoordinasikan pengayah di Pura Pasar Agung, Kamis (23/10). Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem yang mengeluarkan larangan mendaki Gunung Agung dengan surat Nomor 01/X/LPHDS/2025 per 13 Oktober 2025, ditandatangani Ketua LPHD Desa Sebudi I Wayan Widiyasa dengan diketahui Perbekel Sebudi I Nyoman Tinggal dan Kelian Banjar Sogra I Nyoman Muliarta. Surat tersebut ditindaklanjuti UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Timur, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Nomor BB.24.500.4/3336/522/UPTD.KPHBT/DKLH, per 22 Oktober 2025, ditandatangani Kepala UPTD Made Maha Widyartha.

Dalam imbauannya, penutupan itu dilakukan selama berlangsung pujawali untuk menjaga kasucian pura. Selanjutnya jalur pendakian akan dibuka kembali, Senin (17/11). Pujawali  sendiri dilaksanakan setahun sekali, bertindak sebagai Yajamana Karya Pujawali Ida Pedanda Gede Suyasa dari Geria Taman Sari Manuaba, Banjar Tengah, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem dan Wiku Tapini Ida Pedanda Istri Jelantik, dari Gria Taman Sari Manuaba, Banjar Tengah, Desa Duda, Kecamatan Selat. Suara menambahkan sebelumnya telah menggelar paruman dihadiri bendesa adat se-Kecamatan Selat pada Buda Pon Tolu, Rabu (8/10). Rangkaian upacara dimulai dengan negtegang pedagingan lan munggah sunari pada Anggara Umanis Wariga, Selasa (21/10), sedangkan ngias palinggih Buda Wage Warigadean Rabu (29/10), Nuur Ida Bhatara Tirtha lan nedunang Ida Bhatara Redite Pon Julungwangi, Minggu (2/11), Melasti ke Mata Air Toya Sah, Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat Soma Wage Julungwangi, Senin (3/11), mapepada wewalungan lan menben pada Anggara Kliwon Julungwangi, Selasa (4/11), puncaknya Purnama Kalima Buda Umanis Julungwangi, Rabu (5/11), sedangkan nyineb Redite Pahing Dunggulan, Minggu (16/11). "Pertama kali diagendakan dari Pemerintah Provinsi Bali masuk jadwal nganyarin, saya berharap Gubernur Bali bisa hadir di acara itu," harap Suara. 7 k16

Komentar