nusabali

Menteri Maman Sebut Dirinya 'Purbaya Versi Imut'

Sindir Santai Soal Oknum Bea Cukai dan Perlindungan UMKM

  • www.nusabali.com-menteri-maman-sebut-dirinya-purbaya-versi-imut

MANGUPURA, NusaBali.com –Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut dirinya sebagai “versi imut” dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Candaan itu ia lontarkan saat menjelaskan kolaborasi antarinstansi dalam menertibkan impor ilegal yang dinilai merugikan pelaku UMKM.

“Saya ini gaya-gayanya mirip Pak Purbaya, tapi versi imut, versi mudanya karena saya kan masih 45 tahun,” seloroh Maman sambil tersenyum, disambut tawa peserta Hari Asuransi Nasional 2025 di Nusa Dua, Sabtu (18/10/2025).

Di balik gaya bicaranya yang ringan, Maman menyoroti hal serius: maraknya oknum di Bea Cukai yang diduga membuka keran impor barang dari luar negeri tanpa pengawasan ketat. Menurutnya, kondisi ini membuat produk UMKM sulit bersaing di pasar dalam negeri.

“Oknum-oknum di Bea Cukai luar biasa. Mereka membuka semua keran masuk barang-barang dari China. Dampaknya, yang jadi korban terbesar adalah UMKM,” tegasnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat Purbaya Yudhi Sadewa yang disebutnya langsung menindaklanjuti keluhan tersebut. “Pak Purbaya itu cepat merespons. Saya sampaikan lewat media, langsung di-follow up. Ini bentuk sinergi antarlembaga,” kata Maman.

Selain itu, Maman membeberkan rencana Kementerian UMKM yang akan menindak fasilitas publik di sejumlah daerah yang tidak memenuhi ketentuan alokasi minimal 30 persen area bagi pelaku UMKM.

“Kalau di Bali misalnya, silakan dicek. Kalau 30 persen area fasilitas publik tidak diperuntukkan bagi UMKM, itu melanggar aturan,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari kalangan akademisi dan mahasiswa untuk ikut mengawal implementasi kebijakan tersebut. “Pemerintah wajib memberikan proteksi lebih besar untuk usaha mikro dan kecil,” pungkas Maman.

Komentar