nusabali

Topografi Wilayah Berbukit Jadi Tantangan

Cakupan Vaksinasi Rabies di Buleleng Capai 74,48 Persen

  • www.nusabali.com-topografi-wilayah-berbukit-jadi-tantangan

Dinas Peternakan saat ini masih memprioritaskan percepatan vaksinasi di wilayah zona merah rabies. Salah satunya di Kecamatan Gerokgak dengan kasus gigitan terbanyak.

SINGARAJA, NusaBali
Realisasi vaksinasi rabies pada anjing liar di Buleleng hingga kini terus bergerak. Data terakhir Dinas Pertanian Buleleng hingga pertengahan Oktober ini mencatat cakupan vaksinasi sudah di angka 74,48 persen dari populasi anjing 70.298 ekor di 148 desa, sembilan kecamatan Buleleng.

Capaian realisasi vaksinasi rabies ini hampir merata di seluruh kecamatan. Hanya saja Kecamatan Sukasada sementara berada di urutan terakhir dengan capaian vaksin terendah, 56 persen. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Buleleng Made Suparma, Selasa (22/10) mengatakan, vaksinasi rabies masih terus berjalan hingga akhir Desember mendatang.

Namun dia tidak memungkiri capaian vaksinasi di Kecamatan Sukasada masih rendah, karena faktor topografi wilayah yang sebagian besar adalah perbukitan. Faktor alam ini juga membuat akses menuju desa-desa di Sukasada memerlukan waktu dan tenaga ekstra petugas vaksinasi.

“Selain kendala akses, populasi anjing di Kecamatan Sukasada juga banyak. Namun kami tetap berupaya untuk memaksimalkan cakupan vaksinasi rabies untuk menekan kasus gigitan anjing,” terang Suparma seizin Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat, Selasa (22/10).

Dia pun menyebut saat ini masih memprioritaskan percepatan vaksinasi di wilayah zona merah rabies. Salah satunya di Kecamatan Gerokgak dengan kasus gigitan terbanyak. Dua kasus gigitan anjing, terjadi di Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak.

Dinas Pertanian Buleleng sudah menyiapkan 2.000 dosis vaksin rabies, untuk di daerah gigitan. Vaksin rabies massal sedang dijadwalkan untuk memutus rantai penyebaran dugaan kasus rabies.

“Sampel anjing yang menggigit warga sudah kami kirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk diuji laboratorium, kalau dua warga yang digigit sudah mendapatkan vaksin juga,” imbuh dia.

Suparma pun menyebut sosialisasi dan edukasi untuk memelihara anjing dengan bijak dan bertanggung jawab juga terus digaungkan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan melaporkan segera jika digigit anjing. Terlebih anjing yang menggigit adalah anjing liar.7 k23

Komentar