nusabali

Lakalantas di Perean Tengah, Pemotor Tewas

  • www.nusabali.com-lakalantas-di-perean-tengah-pemotor-tewas

Motor tersebut mencoba menyalip kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan dan melewati marka as jalan.

TABANAN, NusaBali
Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di jalur nasional Denpasar–Singaraja, tepatnya di KM 30.5, Banjar Kukub, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Senin (20/10) sekitar pukul 14.30 Wita. Tabrakan antara sepeda motor Honda Vario dan mobil pick-up ini menyebabkan seorang meninggal dunia, dan seorang lainnya luka serius.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata mengatakan, korban meninggal Hendri Mardiyansah,21, pengendara Honda Vario bernopol DR 6985 ZO asal Lombok Timur. Dia sempat dilarikan ke RSU Semara Ratih, Luwus. Namun, dia dinyatakan meninggal saat menjalani perawatan. “Satu korban lainnya, yang dibonceng oleh pengendara motor, mengalami luka-luka dan saat ini masih dirawat di rumah sakit. Sementara pengemudi mobil pick-up dalam keadaan selamat,” ujar Iptu Berata, saat dikonfirmasi, Selasa (21/10). 

Korban luka diketahui bernama Lusi Rahmawati, 26, asal Kabupaten Cirebon. Dia mengalami patah pada jari tangan kiri, luka lecet di tangan kanan, serta luka terbuka di punggung kaki kanan. Sementara pengemudi kendaraan Daihatsu Pick Up dengan nomor polisi DK 8171 UD, Gede Feri Kartika, 19, asal Seririt, Buleleng, selamat.

Kata Iptu Berata, kecelakaan berawal saat motor Honda Vario yang dikendarai Hendri melaju dari arah utara (Singaraja) menuju selatan (Denpasar). Saat tiba di lokasi kejadian yang jauh dari permukiman penduduk, motor tersebut mencoba menyalip kendaraan di depannya dengan mengambil jalur kanan dan melewati marka as jalan. “Dari arah berlawanan muncul mobil pick-up yang dikendarai Gede Feri Kartika. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan dua kendaraan itu tak terhindarkan,” jelas Iptu Berata.

Akibat tabrakan tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Sepeda motor Honda Vario ringsek di bagian depan. Sementara mobil pick-up mengalami retak pada kaca depan, spion kanan patah serta kerusakan di bagian depan kanan. "Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 12 juta, masing-masing Rp 8 juta untuk motor dan Rp 4 juta untuk mobil," terangnya.

Usai kecelakaan, pihak kepolisian dari Polsek Baturiti langsung mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan pukul 18.30 Wita, dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 Wita. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. “Kami juga telah membuat sketsa kejadian dan mengawal proses medis korban di rumah sakit,” tambah Iptu Berata.

Dia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, khususnya saat berkendara di jalur-jalur rawan kecelakaan seperti kawasan Baturiti yang memiliki banyak tikungan dan jalur sempit.7des

Komentar