Penyakit ISPA Melonjak di Tabanan
TABANAN, NusaBali - Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tabanan mengalami lonjakan signifikan selama pertengahan tahun 2025. Puncaknya pada Agustus dengan 6.019 kasus.
Namun, kondisi tersebut berhasil ditekan secara drastis hingga tinggal 161 kasus pada Oktober. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, tren kasus ISPA sempat naik-turun sejak awal tahun. Jumlah kasus tercatat 3.945 pada Januari, meningkat menjadi 4.149 di Februari, dan terus mengalami fluktuasi hingga melonjak tajam pada Juli (4.837 kasus) dan Agustus (6.019 kasus).
“Peningkatan kasus ini erat kaitannya dengan perubahan musim dari kemarau ke penghujan, yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, Senin (20/10).
Dalam kasus ini, diakuinya, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi yang paling terdampak. ISPA sendiri merupakan peradangan pada saluran pernapasan akibat infeksi virus dan bakteri, yang dapat berkembang dari flu biasa hingga pneumonia dan COVID-19. "Bila gejala berat muncul, seperti demam tinggi, sesak napas, atau penurunan kesadaran, kami minta masyarakat segera mengakses fasilitas kesehatan," tegasnya.
Diterangkan, penurunan signifikan mulai terlihat pada September (5.866 kasus) hingga anjlok ke 161 kasus pada Oktober. Penurunan ini, menurut dr. Arya, merupakan hasil dari berbagai upaya edukasi dan promosi kesehatan yang digencarkan pemerintah daerah melalui Puskesmas dan media sosial.
“Kami rutin mengingatkan masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), memakai masker saat flu, beristirahat cukup, serta segera berobat jika muncul gejala ISPA,” tambahnya.
Langkah pencegahan lain yang diperkuat termasuk kampanye cuci tangan pakai sabun (CTPS), menjaga kebersihan lingkungan, dan konsumsi makanan bergizi tinggi, terutama yang mengandung vitamin C.
Mengantisipasi tahun depan, Dinas Kesehatan Tabanan menargetkan penurunan kasus ISPA 2026 melalui penguatan deteksi dini di Puskesmas, kunjungan lapangan, serta pelibatan masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Mari bersama - sama jaga kesehatan," tegasnya.7des
Komentar