Festival Bahari ‘Jaladhi Vistara’ Angkat Konservasi Laut Bondalem
Digelar Bertepatan Tumpek Wariga, Tandai Penenggelaman 82 Substrat Terumbu Karang
DENPASAR, NusaBali.com - Festival Bahari bertajuk Jaladhi Vistara siap digelar di pesisir Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, pada 25–27 Oktober 2025. Ajang ini menjadi puncak kampanye budaya maritim sekaligus aksi nyata pelestarian lingkungan laut di Bali Utara.
Penggagas Festival Bahari, Ngurah Paramartha, mengatakan momentum pembukaan sengaja dipilih bertepatan dengan perayaan Tumpek Wariga—hari yang diperingati untuk memuliakan tumbuhan dan alam.
Sebagai simbol penghormatan terhadap alam, festival akan diawali dengan aksi monumental berupa penenggelaman fishdom, stupa, dan patung Buddha di pesisir Bondalem. Struktur buatan itu berfungsi ganda, yakni sebagai media tumbuh karang sekaligus rumah bagi ikan.
“Ada 82 substrat yang akan ditenggelamkan, hasil sumbangan dari berbagai lembaga. Semua ini menjadi media hidup baru bagi karang dan ikan di wilayah Bondalem,” ujar Ngurah Paramarthasaat saat press conference rencana kegiatan di Warung di Kebun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Senin (20/10/2025).
Turut memberikan dukungan terlaksananya event ini antara lain Ketut Sarjana Putra selaku Wakil Presiden Conservation International Indonesia, Eka Mahardika dari Pemerintah Provinsi Bali, serta pemerhati sosial Benito Lopulalan. Sementara itu dua instruktur konservasi Bondalem, Nyoman Sugiarta dan Komang Adi Sancaya, juga memaparkan potensi bawah laut Bondalem yang dikenal kaya biota dan memiliki keindahan alami luar biasa.
Menurut Paramartha, konservasi laut di Bondalem telah berjalan sejak 2007 dan kini menunjukkan hasil nyata dengan kembalinya karang sehat di beberapa titik. Namun, ia menyayangkan masih adanya praktik penangkapan ikan hias ilegal dan perusakan karang oleh pihak luar.
“Pecalang laut Bondalem kini menjadi benteng utama untuk menjaga wilayah konservasi dari aktivitas merusak,” tegasnya.
Selain kegiatan konservasi, Festival Bahari Jaladhi Vistara juga akan menggelar kontes foto bawah laut yang diikuti 39 fotografer dari dalam dan luar negeri. Lomba ini bertujuan menarik perhatian dunia pada keindahan bawah laut Bondalem sekaligus mendokumentasikan hasil konservasi masyarakat.
Eka Mahardika dari Pokja Tim Penanggulangan Perusakan Ekosistem Sungai, Danau, dan Laut Pemprov Bali menegaskan, pemerintah provinsi mendukung penuh festival ini. “Kami memberikan dukungan dari sisi pendanaan dan endorsement, agar sektor swasta juga ikut berpartisipasi. Festival ini membantu memetakan proyeksi ekosistem laut dan mempercepat capaian target konservasi,” jelasnya.
Selain memupuk kesadaran lingkungan, festival ini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif desa. Berbagai pertunjukan seni, pameran produk lokal, dan aktivitas komunitas akan memeriahkan tiga hari penyelenggaraan.
Dengan potensi biota laut, semangat konservasi masyarakat, serta dukungan kuat dari Pemprov Bali, Gubernur Wayan Koster, dan Pelindo, Desa Bondalem optimistis mampu sejajar dengan destinasi selam unggulan lain di Bali.
Komentar