Audira Hamidjojo Nahkodai Pordasi Equestrian Bali
Usia 19 Tahun Bukan Halangan, Tapi Jadi Kekuatan Besar
DENPASAR, NusaBali - Setelah adanya reformasi di Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), kini cabor itu terbagi menjadi empat organisasi keolahragaan. Berbagai daerah pun mulai melakukan pembenahan kepengurusan, termasuk di Bali.
Bahkan, untuk di Pulau Dewata sendiri sudah melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru dan salah satu yang ditunjuk menjadi Ketua Pengurus Provinsi adalah Audira Hamidjojo. Perempuan yang baru berusia 19 tahun itu dipercaya menahkodai Pengprov Pordasi Equestrian Bali masa bakti 2025 - 2029 mendatang.
Usai dilantik, Audira Hamidjojo mengapresiasi dan berterimakasih atas dukungan semua pihak yang mempercayainya untuk menahkodai Pordasi Equestrian Bali. Momen ini bukan tentang pengakuan, tapi tentang pengabdian dalam mempersiapkan babak baru dalam organisasi. Menurut dia, amanah yang diberikan ini akan selalu menjadi tanggung jawab besar dalam membawa roda organisasi melaju ke depannya. "Kepercayaan ini bukan soal kenyamanan, melainkan tantangan.
Dan saya berkomitmen untuk menjawab tantangan itu sepenuhnya. Saya akan memimpin dengan fokus, bekerja dengan konsistensi, dan mengabdi dengan integritas," ucapnya, Sabtu (18/10).
Audira yang baru lulus Sekolah Menengah Atas ini mengaku sudah memiliki visi untuk membawa Pordasi Equestrian yang lebih baik. Yang mana, dirinya bersama jajaran pengurus akan membangun federasi yang solid, disiplin dan visioner.
Dirinya akan memberdayakan para atlet muda untuk meningkatkan standar dan berusaha menjembatani hambatan generasi yang terjadi. Selain itu, dia juga bercita-cita untuk membawa prestasi di Pordasi Equestrian ini ke tingkat nasional maupun internasional.
"Kita berdiri di awal dari sebuah era baru. Era pembaruan, era persatuan, era kekuatan. Bersama, kita akan meningkatkan standar. Bersama, kita akan membentuk masa depan. Bersama, kita akan menciptakan sejarah untuk Bali dan Indonesia," ujarnya lantang
Meski dirinya baru berusia 19 tahun, namun dirinya sudah memiliki cerita panjang di Pordasi Equestrian ini. Yang mana, almarhum kakek, Rubyanto A Hamidjojo dan orang tuanya, David Ardi Hapsoro Hamidjojo sudah berkecimpung cukup jauh dalam cabor ini.
Dari merekalah dirinya belajar organisasi dan khususnya cabor Equestrian. Dari mereka juga mengajarkan kedisiplinan dan integritas tinggi yang menjadi fondasi olahraga berkuda Indonesia. "Dalam organisasi Pordasi Equestrian ini, saya percaya, sesuai yang diajarkan oleh kakek dan orang tua saya bahwa ada nilai-nilai yang jauh lebih dalam daripada sekedar kompetisi, yakni kesabaran, kerendahan hati dan rasa hormat. Saya generasi ketiga dalam keluarga yang mengabdi untuk federasi ini, dan perempuan pertama dalam garis keturunan yang menerima amanah ini," beber Audira.
Dengan pengalaman dan support dari keluarga, Audira bertekad untuk membawa organisasi ini jauh lebih baik lagi. Dia berkomitmen, akan melangkah bukan hanya dikenal sebagai penerus dari orang tuanya, tapi bentuk evolusi dari perjuangan mereka. Audira memandang tugas dan amanah ini bukan sebagai beban, tapi mandat yang menunjukkan kepemimpinan bukan soal gender, usia.
Namun soal karakter, keberanian dan kompetensi. "Sebagian orang mungkin melihat usia muda saya sebagai keterbatasan. Namun saya melihatnya sebagai kekuatan terbesar. Karena kaum muda itu berani, kritis, dan inovatif. Ini lah yang akan saya bawa dalam organisasi Equestrian Bali hingga 2029 mendatang. Saya optimis ini semua bisa tercapai dengan dorongan dan dukungan semua pihak," pungkasnya. 7 dar
Komentar