PON Bela Diri, Gulat Sumbang Emas Perdana
Emas itu didapat oleh atlet Muhammad Reza Erlangga yang turun pada nomor Freestyle 74 Kg.
DENPASAR, NusaBali
Kontingen Bali kembali menambah pundi-pundi emasnya di event Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang digelar di Kudus, Jawa Tengah. Kali ini, satu keping emas disumbang oleh cabor Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bali. Emas itu didapat oleh atlet Muhammad Reza Erlangga yang turun pada nomor Freestyle 74 Kg.
Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, sangat bersyukur atas prestasi dengah menyumbang satu medali emas. Khusus cabor gulat, dari Provinsi Bali mengirimkan sembilan atlet. Sejatinya, PGSI Bali tidak berharap banyak untuk PON Kudus 2025, tapi tak disangka mampu mencuri satu medali emas dan menjadi terbaik di kategori tersebut.
"Kami sejatinya tidak menargetkan medali. Kami hanya titip pesan kepada anak-anak saat keberangkatan waktu itu untuk tunjukkan permainan dan kemampuan terbaik," ujarnya, Minggu (19/10)
Pria yang juga Kasatpol PP Provinsi Bali mengatakan bertanding di PON Kudus tidaklah mudah, jika perhatian KONI kepada cabor gulat Bali serius dalam pembiayaan dan pembinaannya tentu PGSI yakin Bali akan bisa meningkat rankingnya di ajang nasional. Namun, ini yang belum dijamin oleh jajaran pengurus KONI. "Semoga berbekal pengalaman lalu KONI bisa berbenah dan memberikan perhatian serius kepada cabor gulat untuk lebih mendapat perhatian serius," terangnya.
Cabor gulat dinilai tidak diperhitungkan KONI Bali, maka Dharmadi meminta atletnya semangat pantang menyerah sekalipun dipandang sebelah mata. Dharmadi mengungkapkan sarana prasarana sangat minim, seperti pengurus belum punya matras. Berkali kali ajukan untuk pengadaanya tidak pernah di bantu. Kata Dharmadi, syukurnya dalam Porprov lalu Badung yang siapkan. "Terbatasnya fasilitas menjadi kendala. Para atlet latihan di pantai beralaskan pasir. Kadang kadang di Bali MMA," tuturnya.
Dia juga tidak memungkiri, kalau cabor gulat pertama kali yang di Sumatera Utara pihaknya dapat tampil walau tanpa mendapat medali. Begitu juga keikutsertaan di Cabor resmi Porprov Bali September lalu. Namun pada PON Bela Diri kali ini mampu memberikan yang terbaik, yakni satu emas. "Kami baru pertama kali mengirim atlet terbaik kami di ajang PON Beladiri. Syukurnya bisa meraih hasil positif. Hasil ini menjadi bukti perjuangan tidak mengkhianati hasil, meski fasilitas penunjang tidak mumpuni," pungkasnya. 7 dar
Komentar