nusabali

Giri Prasta-Sudiana Bertemu Kembali di Pura Dukuh Pipitan

  • www.nusabali.com-giri-prasta-sudiana-bertemu-kembali-di-pura-dukuh-pipitan

Ketua DPC PDIP Badung, I Nyoman Giri Prasta, terus gencarkan sosialisasi Calon Gubernur (Cagub) Bali dari partainya, Wayan Koster alias KBS, di Gumi Keris.

Saat Dilakukan Deklarasi KBS


DENPASAR, NusaBali
Giri Prasta yang notabene Bupati Badung juga hadiri undangan masyarakat untuk deklarasi KBS di Wantilan Pura Dukuh Pipitan, Desa Pakraman Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, yang merupakan ‘kandang’ mantan rivalnya di Pilkada Badung 2015, I Made Sudiana, Senin (23/10) malam.

Dalam acara deklarasi KBS di Pura Dukuh Pipitan, Desa Pakraman Tibubeneng, tadi malam, Made Sudiana juga hadir. Pasalnya, politisi Golkar mantan Calon Bupati (Cabup) Badung yang diusung Demokrat-Gerindra di Pilkada Badung 2015 ini menjadi pamangku di Pura Dukuh Pipitan. Hanya saja, KBS tidak hadir dalam acara semalam, karena sedang berada di Jakarta.

Nah, di Pura Dukuh Pipitan ini, Giri Prasta---Cabup Badung yang diusung PDIP-Golkar-Hanura-NasDem di Pilkada 2015---bertemu kembali dengan mantan rivalnya, Made Sudiana. Keduanya bertemu dalam suasana adem, tidak ada lagi rivalitas seperti Pilkada Badung 2018.

Ketika dihubungi NusaBali, Made Sudiana mengatakan dirinya bertindak selaku pamangku di Pura Dukuh Pipitan. Karenanya, tidak ada lagi istilah rivalitas politik dengan Giri Prasta. “Saya selaku pamangku di sini. Pamangku tidak berpolitik di pura. Ngrastiti (memohon) keselamatan itu wajib dilakukan untuk seluruh umat, tidak ada pengecualian,” ujar mantan Wakil Bupati Badung 2014-2015 ini.

Sudiana mengakui dirinya harus menunggu Giri Prasta, karena ngayah sebagai pamangku di Pura Dukuh Pipitan. Menurut Sudiana, sehari sebelumnya, Minggu (22/10), ada acara di Wantilan Pura Dukuh Pipitan, berupa gotong royong dan sekaligus gladi bersih persiapan deklarasi KBS. “Tapi, saya tidak hadir saat itu, karena ada di Buleleng. Barulah malam ini saya bisa hadir selaku pamangku Pura Dukuh Pipitan,” tandas Sudiana.

Sudiana mengatakan tidak ada perasaan apa pun dengan kehadiran Bupati Giri Prasta, yang pernah mengalahkan dirinya di Pilkada Badung 2015. Sudiana bahkan sempat nyeletuk, menggambarkan kondisi di Pura Dukuh Pipitan yang sudah didatangi ratusan kader PDIP tadi malam. “Memerah di sini. Ada ratusan orang. Ini Bapak Bupati sudah hadir,” tutup Sudiana.

Sementara itu, kubu Golkar yang masih mengklaim Sudiana sebagai kadernya, tidak banyak komentar terkait deklarasi KBS di Pura Dukuh Pipitan, Desa Tibubeneng, tadi malam. Wakil Ketua DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, jurus Sudiana menerima Bupati Giri Prasta dan deklarasi KBS di Pura Dukuh Pipitan harus dilihat secara jernih. “Pak Sudiana adalah pamangku di Pura Dukuh Pipitan. Ya, kan jelas kapasitasnya,” ujar IGP Wijaya saat dikonfirmasi NusaBali secara terpisah, tadi malam.

Menurut Wijaya, hingga saat ini Sudiana masih tercatat sebagai kader Golkar. “Pak Sudiana masih tercatat sebagai kader Golkar kok. Bahkan, adik beliau ada yang menjadi anggota Fraksi Golkar DPRD Badung. Saya yakin beliau tidak ada tendensi apa-apa dengan pertemuan di Pura Dukuh Pipitan malam ini (semalam, Red),” tegas Wijaya.

Sekadar dicatat, dalam Pilkada Badung 2015, Sudiana yang notabene kader Golkar diusung Demokrat-Gerindra sebagai Cabup. Sudiana bertandem dengan politisi Demokrat, Nyoman Sutrisno, di poisisi Calon Wakil Bupati (Cawabup). Sedangkan Golkar justru ikut barisan PDIP usung Giri Prasta sebagai Cabup Badung. Kala itu, Giri Prasta bertandem dengan politisi Golkar Ketut Suiasa di posisi Cawabup Badung.

Sedangkan dalam Pilgub Bali 2018 mendatang, Golkar bersama koalisinya akan usung Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta alias SGB (Sudikerta Gubernur Bali) sebagai Cagub. Sebaliknya, PDIP hampir pasti akan usung KBS sebagai Cagub Bali 2018. *nat

Komentar