Puluhan Balita Terserang Campak
Terutama yang di desa-desa, orangtuanya merasa kasihan dengan anaknya sehingga tidak diimunisasi.
AMLAPURA, NusaBali
Puluhan balita terserang penyakit campak. Diduga karena balita ini belum lengkap menjalani imunisasi, saat umur 8 bulan dan 18 bulan, imunisasi campak terakhir, umur 5 tahun atau 7 tahun.
“Itu sebenarnya yang kena campak karena belum menjalani imunisasi campak. Banyak balita belum imunisasi,” jelas Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama kepada NusaBali di ruang kerjanya, Jalan Ahmad Yani, Amlapura, Minggu (19/10).
Katanya, terutama yang di desa-desa, orangtuanya merasa kasihan dengan anaknya sehingga tidak diimunisasi. Terlebih lagi reaksinya menyebabkan badan panas. Padahal tujuan imunisasi campak, untuk mencegah penyakit campak, melindungi tubuh dari komplikasi penyakit serius, dan mengurangi penyebaran virus campak di masyarakat. Imunisasi juga bertujuan untuk merangsang kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. Antibodi itu untuk melawan virus campak. Juga untuk wanita hamil, agar bayi lahir normal.
Belakangan ini, katanya, terdata suspek campak 181 pasien. Setelah diambil spesimennya sebanyak 131 pasien, positif 53 pasien, negatif 40 pasien, yang masih menunggu hasil sebanyak 38 pasien.
“Sementara masih dirawat di RSUD Karangasem 4 pasien,” jelasnya. Penyakit campak, kata Bagua Putra, penyakit infeksi menular disebabkan virus ditandai demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam-ruam pada tubuh, menular melalui udara, atau melalui air liur saat batuk. “Pengobatannya dengan cara mencegah terjadinya komplikasi,” katanya.
Di bagian lain, Direktur RSUD Karangasem dr I Putu Angga Wirayogi mengakui belakangan ini menangani pasien campak menyerang balita. “Penyebab campak, karena anak itu belum menjalani imunisasi campak,” katanya.
Setiap anak, jelasnya, mesti lengkap jalani imunisasi sejak lahir, mulai vaksin hepatitis B, vaksin BCG (bacillus calmette guerin) untuk melindungi dari tuberculosis, vaksin polio tetes, DPT-Hib (difteri pertusis tetanus-hepatitis B) vaksin kombinasi melindungi bayi dari enam jenis penyakit, PCV (pneumococcal conjugate vaccine), rotavirus dan terakhir campak.
Hanya saja, jika bayi dalam keadaan tidak enak badan, atau sakit, imunisasi mesti ditunda, sampai kondisinya pulih sehat kembali, tetapi tetap konsultasikan ke dokter. Itu semua tahapan imunisasi gratis didapatkan di Puskesmas atau RSUD.7k16
Komentar