nusabali

Jatuh dari Lantai 2 Kampus, Mahasiswa Meninggal

  • www.nusabali.com-jatuh-dari-lantai-2-kampus-mahasiswa-meninggal

DENPASAR, NusaBali - Seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) berinisial TA, tewas setelah terjatuh dari lantai dua gedung kampus di Jalan Jendral Sudirman, Dangin Puri Klod, Denpasar Barat, Denpasar, Rabu (15/10) pagi pukul 09.00 Wita.

TA diketahui terjatuh dari lantai dua hingga terkapar di depan lobi gedung FISIP Unud. Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar, namun sayangnya nyawa mahasiswa semester 7 Prodi Sosiologi ini tidak tertolong. 

Salah seorang teman seangkatan korban bernama Anggun,21, mengungkapkan korban diketahui sebagai mahasiswa tergolong cerdas dan tekun. Mendengar kejadian ini, Anggun juga kaget karena korban diketahui tidak punya hambatan dalam proses perkuliahan dari awal semester hingga proses pengerjaan tugas akhir (Skripsi). 

Sepengetahuannya, TA, sedang mengerjakan tugas akhir dan saat ini sedang mengurus berkas untuk mengikuti ujian seminar proposal. "Dari sepengetahuan saya, proposalnya sudah di-acc dan saat ini sedang mengurus berkas untuk mengikuti ujian seminar. Kalau untuk tunggak mata kuliah sih tidak ada," ungkapnya saat ditemui di kampus, Rabu siang. Diungkapkannya, di balik itu, korban juga memiliki sikap pendiam. Sejak sama-sama berusaha mengerjakan tugas akhir sudah tidak pernah berkomunikasi lagi. 

"Dia juga memiliki sikap yang tertutup, terlebih selama ini kami masing-masing urus tugas akhir jadinya kurang tahu kondisinya," ucap Anggun. Sementara itu, tetangga kos korban berinisial Kadek BGA,43, mengungkapkan korban dikenal memiliki kepribadian yang polos dan sopan. Korban dilihatnya terakhir kemarin malam saat pulang dari kampus dan masih menyapa seperti biasa. "Kita tidak percaya ya, kejadian ini bisa terjadi. Anaknya ramah sekali dan setiap bertemu selalu menyapa. Kalau kita lihat saat kemarin pulang kampus biasa saja dan tidak ada masalah," ungkapnya saat ditemui di lorong kamar jenazah RSUP Prof Ngoerah Denpasar. 

Jenazah korban saat dibawa ke dalam ruang jenazah RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar, Rabu (16/10) sore. -PATRIX 

Ia juga menambahkan, korban tinggal di kos bersama ibunya kurang lebih sudah empat bulan. Dan selama bertetangga kos, keluarganya dengan keluarga korban saling berinteraksi biasa hingga mempunyai ikatan yang erat. Namun, ia enggan menjelaskan secara rinci terkait korban karena masih dalam suasana duka. "Iya dia tinggal bersama ibunya kurang lebih sudah empat bulan. Mungkin itu saja yang bisa saya jelaskan," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Dewa Ketut Kresna dikonfirmasi Rabu (15/10) membenarkan korban dirujuk ke rumah sakit tersebut pada pukul 09.44 Wita. Ia juga membenarkan mahasiswa tersebut meninggal dunia usai terjatuh dari lantai dua kampus. "Sudah di kamar jenazah dan dari pihak keluarga (ibunya) sudah ada di rumah sakit," tutur Dewa Kresna. 

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, dikonfirmasi Rabu kemarin menyatakan peristiwa tersebut masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab di balik kejadian itu. "Tim masih melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengetahui apakah korban terjatuh atau menjatuhkan diri," paparnya.

Sementara itu Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana (Unud) menyampaikan berdasarkan keterangan saksi dan hasil penelusuran awal, mahasiswa diketahui melompat dari lantai II gedung FISIP sekitar pukul 09.00 Wita. Mahasiswa sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, namun tidak tertolong.

“Terkait kejadian di Lingkungan Kampus FISIP Universitas Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada hari ini, Selasa 15 Oktober 2025, di lingkungan kampus Sudirman, Denpasar,” ujar Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Ni Nyoman Dewi Pascarani, Rabu kemarin. 

Dewi mengungkapkan, Unud telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan terus mendampingi ibu dari almarhum selama berada di rumah sakit. Pihak universitas menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga dalam proses duka cita ini, serta menyediakan layanan konseling bagi rekan-rekan almarhum dan civitas akademika yang terdampak.

Dewi menampik adanya perundungan atau tekanan proses tugas akhir yang mengakibatkan kejadian tragis. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan capaian akademik yang sangat baik hingga semester tujuh, sesuai dengan data di fakultas. Universitas Udayana mengenang almarhum sebagai pribadi yang memiliki komitmen tinggi dalam menjalani studi dan memberikan teladan dalam pencapaian akademik. “Tidak ada indikasi pembully-an atau tekanan tugas akhir. Yang bersangkutan memiliki nilai akademik yang sangat baik,” kata Dewi. 

Sebagai tindak lanjut, Unud berkomitmen memperkuat program pendampingan dan layanan kesehatan mental mahasiswa melalui unit konseling di tingkat fakultas dan universitas. “Kami juga mengimbau seluruh pihak untuk menghormati privasi keluarga serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi,” tandas Dewi. 7 cr80, adi

Komentar