nusabali

Ojek Ilegal Berkedok Online Marak di Legian

  • www.nusabali.com-ojek-ilegal-berkedok-online-marak-di-legian

MANGUPURA, NusaBali - Keresahan warga Legian atas maraknya praktik ojek ilegal yang menyamar sebagai pengemudi ojek online akhirnya ditindaklanjuti.

Puluhan pengemudi liar terjaring dalam kegiatan pembinaan yang digelar Senin (13/10) malam, menyusul keributan antara ojek dan wisatawan sehari sebelumnya.

Sedikitnya 20 pengemudi ojek ilegal diamankan dalam kegiatan pembinaan yang melibatkan aparat dan masyarakat Legian. Mereka kedapatan mengenakan atribut ojek online resmi, namun tidak terdaftar dalam aplikasi apa pun. Para pengemudi ini diketahui kerap mangkal sembarangan dan memaksa wisatawan menggunakan jasa mereka. “Situasi ini sudah lama dikeluhkan masyarakat. Kalau dibiarkan secara terus-menerus seperti itu, tentu akan mencoreng citra Legian sebagai wilayah tujuan pariwisata,” ujar Lurah Legian, Putu Eka Martini, saat dikonfirmasi pada Selasa (14/10).

Eka Martini menjelaskan, langkah penertiban tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari peristiwa keributan yang terjadi di kawasan Jalan Padma–Sahadewa, Minggu (12/10) malam. Dalam insiden itu, seorang wisatawan dilaporkan terlibat keributan dengan pengemudi ojek liar. Kegiatan pembinaan itu turut melibatkan Anggota DPRD Badung asal Legian I Wayan Puspa Negara, unsur Polsek Kuta, Satpol PP BKO Kuta, Kantor Camat Kuta, Linmas, Bankamda, serta Kelian Banjar Legian Kelod dan Kepala Lingkungan Legian Kelod.

Sebagai sanksi awal, jaket berlogo ojek online yang dikenakan para pelaku ditahan. Mereka baru bisa mengambil kembali jika mampu menunjukkan bukti sebagai pengemudi resmi. Selain itu, petugas juga memberikan pembinaan terhadap pengemudi dengan kendaraan tidak lengkap, seperti tanpa spion atau plat nomor. “Untuk saat ini pembinaan masih kami lakukan. Namun ke depan, bukan tidak mungkin akan diterapkan langkah lebih tegas melalui penilangan bekerja sama dengan pihak kepolisian,” pungkasnya. *ol3

Komentar