nusabali

Perkelahian Maut di Songan, 3 Tersangka

  • www.nusabali.com-perkelahian-maut-di-songan-3-tersangka

BANGLI, NusaBali - Sat Reskrim Polres Bangli menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perkelahian maut yang menewaskan 2 orang dan 1 luka berat di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli yang terjadi pada, Minggu (12/10).

Para tersangka ini diketahui warga satu banjar dengan korban, yaitu sama-sama warga Banjar Tabu, Desa Songan A, Kintamani.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya mengungkapkan ketiga tersangka tersebut, yakni I Ketut Arta alias Mangku Arta,29, Jero Wage,40, dan Mangku Bersi,33. Ketiganya berasal dari Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli. "Pelaku sudah ditahan sejak, Senin (13/10) malam," kata Iptu Ratwijaya seizin Kapolres AKBP James IS Rajagukguk, Selasa (14/10). Menurutnya, para pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP Jo 55 ayat (1) ke 1 subsider Pasar 170 KUHP Ayat (2) angka 2 dan 3 KUHP yakni tindakan menghilangkan nyawa seseorang (pembunuhan) yang dilakukan secara bersama-sama (bersekongkol) atau pengeroyokan dengan ancaman pidana maksimal 12 hingga 15 tahun penjara. 

Disampaikan pula, terkait penanganan kasus tersebut penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi. "Akan ada tambahan saksi lain yang akan diperiksa,“ ujarnya. Dikatakannya, otopsi terhadap jenazah dua korban meninggal dunia, yakni Jero Sumadi dan Ketut Kartawa sudah dilakukan. "Namun hasilnya belum diterima," jelasnya. 

Sementara itu, satu korban lainnya, Wayan Ruslan,53, masih menjalani perawatan di RSUD Bangli. Ketiga korban diketahui masih bersaudara. Jenazah korban kata Iptu Ratwijaya sudah dibawa ke rumah duka pada, Senin sore. Aparat Polri bersama TNI masih tetap siaga melakukan penjagaan di TKP dan sekitarnya. Tujuannya mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Masih, kita masih (siaga)," tegasnya. 

Seperti diberitakan berdasarkan data dari Polres Bangli kasus perkelahian maut tersebut berawal pada, Minggu (12/10) sekitar pukul 07.46 Wita. Kejadian bermula dari adanya chat lewat messenger (Facebook) yang dilakukan oleh akun FB Zerro Semedhi milik Jero Sumadi yang dikirim ke akun messenger milik I Ketut Arta. Dalam isi chat tersebut membahas permasalahan terkait penyetopan mobil Jeep yang berujung Jero Sumadi menantang Ketut Arta untuk berkelahi.

Kemudian pada pukul 08.00 Wita, pada saat Ketut Arta melewati warung milik Jero Sumadi, dirinya dihadang oleh Jero Sumadi, Ketut Kartawa dan I Wayan Ruslan dengan membawa senjata tajam (Sajam). Namun Ketut Arta berhasil melarikan diri dan langsung menuju rumahnya untuk memberitahukan kepada kakaknya yang bernama I Jero Wage tentang isi chat messenger yang dikirimkan oleh Jero Sumadi dan memberitahukan bahwa dirinya juga sempat dihadang oleh ketiga korban. 

Selanjutnya, Ketut Arta dan I Jero Wage berangkat dengan berjalan kaki menuju TKP. Jero Wage membawa senjata tajam berupa tombak, Ketut Arta membawa 2 bilah pedang, dan pada saat di perjalanan menuju TKP, Ketut Arta memberikan satu pedangnya kepada I Nyoman Berisi. Setibanya di TKP, Ketut Arta sempat diserang oleh korban yang menyulut emosi para pelaku, dan akhirnya para pelaku menyerang para korban dengan senjata tajam yang dibawanya yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak dua orang, yaitu Ketut Kartawa dan Jero Sumadi, sedangkan I Wayan Ruslan alias Mangku Ruslan terluka parah dan saat ini dirawat di RSUD Bangli. 

Adapun tiga terduga pelaku yang diamankan petugas Satreskrim Polres Bangli, di antaranya I Ketut Arta alias Mangku Arta,29, Jero Wage,40, dan Mangku Bersi33. Ketiganya berasal dari banjar yang sama dengan ketiga korban, yakni Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani. 

Iptu Ratwijaya mengatakan polisi masih melakukan penjagaan intensif bekerja sama dengan aparat TNI. "Situasi di TKP sesuai perintah Pak Kapolres personel masih siaga memantau situasi. Personel bersama TNI bergabung menjaga situasi," ujarnya. Situasi di TKP mulai kondusif. "Hasil pemantauan personel yang ada di lapangan dari malam pascakejadian kondusif, masyarakat tidak terpengaruh lagi pada isu-isu yang berkembang. Namun demikian, personel tetap siaga sampai benar-benar kondusif," ujar Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya. 7 k17

Komentar