nusabali

Ratusan Warga Terserang ISPA

  • www.nusabali.com-ratusan-warga-terserang-ispa

AMLAPURA, NusaBali - Ratusan warga Karangasem umumnya anak-anak terserang ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) sejak sebulan terakhir. Gejalanya, batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, sakit kepala, nyeri otot, badan lemas, dan suara serak.

Direktur RSUD Karangasem dr I Putu Angga Wirayogi membenarkan, munculnya banyak pasien ISPA yang dirawat di RSUD Karangasem, Jalan Ngurah Rai, Amlapura, Selasa (14/10). Disebutkan, total penderita 195 pasien, terdiri dari 1-13 September sebanyak 99 pasien, dan 1-23 Oktober sebanyak 96 pasien. Jumlah itu meningkat di bandingkan tahun lalu, 1-13 September 2024 sebanyak 45 pasien dan 1-13 Oktober 2024 sebanyak 79 pasien.

"Penyakit ISPA itu disebabkan, karena bakteri, virus dan faktor lingkungan," jelas Wirayogi. Cara mencegahnya, katanya, hindari sentuhan wajah dan mata, sebelum cuci tangan, mesti sering mencuci tangan, tutu mulut dan hidung saat batuk, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Penanganannya dengan cara istirahat yang cukup dan konsumsi banyak cairan, gunakan obat bebas seperti pereda demam (antipasi) atau dekongestan untuk meredakan gejala, jika perlu dan Untuk ISPA yang disebabkan bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. 

ISPA yang disebabkan karena virus katanya, ada beberapa jenis virus yang menyerang, menyebabkan ekna ISPA, yakni Rhinovirus, Respiratory syntical viruses (RSVs), Adenovirus, Parainfluenza virus dan Virus influenza.

ISPA kebanyakan menyerang anak-anak usia di bawah 5 tahun, juga menyerang yang memiliki ketahanan tubuh lemah, memiliki gangguan jantung dan paru, rentan terserang bagi yang memiliki kebiasaan merokok, dan sering terpapar polusi udara.

Jika dicurigai ISPA disebabkan oleh kuman yang spesifik, katanya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, dengan pengambilan sampel dahak atau usap tenggorokan, untuk mengetahui jenis virus atau bakteri yang menyebabkan ISPA. Juga dapat dilakukan dengan melakukan foto rontgen atau CT scan, untuk memeriksa kondisi paru-paru, atau Tes fungsi pernapasan, untuk menilai fungsi paru-paru, dengan alat spirometri. 

"ISPA memang gejalanya batuk terus menerus, pilek, sakit tenggorakan, demam tinggi, sesak napas, dan yang lainnya," katanya.

Gejala penyakit ISPA katanya, mirip pnemonia, hanya saja pnemonia disebabkan infeksi pada paru disebabkan bakteri, virus dan jamur.

Infeksi itu menyebabkan peradangan, sehingga cairan memenuhi kantung udara di paru, sehingga dalam menyerap oksigen terganggu. Akibatnya, sesak napas, demam tinggi, sakit kepala, denyut jantug cepat, diare dan nyeri dada. 7k16

Komentar