Pura Dalem Sakti Desa Adat Sukahet Gelar Piodalan Ngusaba Purnama Kapat
AMLAPURA, NusaBali.com - Pura Dalem Sakti, Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Karangasem menggelar piodalan ngusaba bertepatan dengan Purnama Kapat, Senin (6/10/2025). Piodalan yang digelar rutin setiap Purnama Kapat ini juga diwarnai dengan turunnya Ida Sesuhunan, sehingga berlangsung lebih meriah.
Pengelingsir Pura Dalem Sakti sekaligus Bendesa Adat Sukahet, I Gusti Nyoman Mulyana, mengatakan piodalan kali ini penuh tantangan. “Sejak Agustus lalu beberapa banjar menggelar karya ngaben massal, kemudian saat Anggarkasih Dukut kami melaksanakan piodalan sekaligus melaspas pembatas setra, dan sempat pula dilanda musibah banjir. Astungkara, semua bisa kami jalani dengan khidmat,” ujarnya.
Persiapan piodalan sudah dilakukan sejak 10 hari sebelumnya. Krama desa membersihkan areal setra, me’ebat, memasang wastra dan pengangge, hingga ngias Ida Sesuhunan. Pada puncak karya, dilaksanakan prosesi Melasti serta mepada, yaitu Ida Sesuhunan nyejer mengelilingi areal pura. “Astungkara, semua prosesi berjalan lancar dan khidmat,” imbuh Mulyana.
Selain sebagai piodalan rutin, Purnama Kapat di Pura Dalem Sakti juga dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi atas anugerah yang diberikan. “Berkah bukan hanya materi, tetapi juga kesehatan lahir batin, rejeki lancar, dan kesempatan untuk melaksanakan swadharma di tengah situasi yang penuh tantangan,” ujar Mulyana.
Piodalan kali ini dipuput oleh Ida Pandita Istri saking Griya Sidemen. Anggaran upacara diperkirakan mencapai Rp26 juta, bersumber dari urunan krama sebesar Rp175 ribu per KK serta punia lainnya. Pura Dalem Sakti diempon oleh lima banjar adat, yakni Banjar Kebon, Banjar Tengah, Banjar Sangkanaji, Banjar Sukahet, serta Banjar Pemugan (gabungan Margayu dan Muugan).
Dalam piodalan ini, panitia juga menghadirkan hiasan patung lanang-istri yang dipadukan dengan pala gantung, pala wija, dan pala bungkah sebagai simbol kemakmuran dan karma. “Semua yang dipersembahkan memiliki makna. Padi melambangkan kemakmuran, buah-buahan sebagai simbol karma, dan bunga melambangkan keharuman serta keikhlasan dalam berbakti,” jelasnya.
Mulyana menambahkan, karya terakhir di Pura Dalem Sakti digelar pada 2016. “Terhitung sudah sembilan tahun, mungkin ke depan akan direncanakan karya agung dalam rentang 10–30 tahun, sesuai kesepakatan krama dan petunjuk alam,” tandasnya.
Piodalan ngusaba kali ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Oktober 2025. Sedangkan piodalan rutin setiap Anggarkasih Dukut digelar lebih sederhana, hanya dari siang hingga menjelang magrib. *m03
Komentar