nusabali

Tahun 2026, Guru Penanggung Jawab MBG Diberi Insentif

  • www.nusabali.com-tahun-2026-guru-penanggung-jawab-mbg-diberi-insentif

NEGARA, NusaBali - Pemerintah Pusat melakukan berbagai langkah untuk mencegah kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain pengetatan regulasi bagi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), juga ada rencana pemberian insentif bagi guru penanggung jawab MBG di tiap sekolah.

Adanya rencana pemberian insentif itu diakui  Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf M Adriansyah. Ditemui beberapa waktu lalu, Letkol Adriansyah menjelaskan bahwa insentif yang akan diberikan kepada guru penanggung jawab MBG di tiap sekolah direncanakan sebesar Rp 100.000 per hari kerja. 

Angka itu disetarakan dengan insentif harian yang diterima oleh relawan yang bertugas di Dapur SPPG saat ini. Menurutnya, pemberian insentif bagi guru penanggung jawab MBG itu direncanakan akan mulai berjalan pada tahun 2026 nanti. "Kalau yang insentif Rp 100.000 untuk guru penanggung jawab MBG di tiap sekolah itu kan sebenarnya baru rencana. Rencana akan dimulai di tahun depan," ujarnya.

Letkol Adriansyah menyatakan, sejatinya saat ini para guru di sekolah-sekolah yang sudah tersentuh progam MBG juga diharapkan menjadi pendamping. Pendamping itu dinyatakan dalam artian juga ikut mengawasi kondisi makanan yang dibagikan ke siswa. 

"Tugas mendampingi itu, jadi begitu makanan datang ke sekolah, gurunya yang mau mengecek secara langsung, mungkin secara random melihat kondisi makanan. Setelah itu baru dibagikan ke anak-anak," ucap Letkol Adriansyah.

Sementara untuk guru penanggung jawab MBG, akan memikul tanggung jawab untuk memastikan kelayakan makanan. Mereka yang harus memeriksa terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada siswa. Dengan estimasi 20 hari kerja, guru yang bertugas bisa mendapatkan tambahan penghasilan hingga Rp 2 juta per bulan.

Terkait rencana itu, Letkol Adriansyah mengaku telah berkoordinasi dan memberikan masukan kepada Bupati Jembrana agar insentif tersebut diprioritaskan untuk guru honorer. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru honorer yang juga direncanakan menjadi salah satu sasaran penerima manfaat MBG. "Nah ini kita sudah sarankan juga dengan Pak Bupati. Kalau bisa yang guru honorer lah," tegasnya.

Letkol Adriansyah juga menekankan salah satu tugas terpenting dari guru penanggung jawab MBG, yaitu menjadi pencicip atau tester makanan yang datang dari Dapur SPPG. Singkatnya, para guru penanggung jawab MBG akan diadakan menjadi layer atau lapisan pengawasan terkahir setelah makanan keluar tiba di sekolah. "Salah satunya itu dia (guru) juga mencoba makanan. Harapannya supaya ada layer dan kondisi makanan untuk anak-anak terjamin," ucapnya.7 ode

Komentar