Kangen Orangtua, 2 Siswa SRMP Mundur
Sebelum mengundurkan diri, tiap malam dua siswa ini sering menangis dan ingin bertemu orangtua. Padahal pendampingan melibatkan psikologi sudah diberikan.
TABANAN, NusaBali
Dua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan mengundurkan diri. Mereka berasal dari Kabupaten Tabanan ini mengundurkan diri karena tidak ingin pisah dengan orangtua.
Bahkan sebelum mengundurkan diri, tiap malam dua siswa ini sering menangis dan ingin bertemu orangtua. Padahal pendampingan melibatkan psikologi sudah diberikan, namun tetap ingin keluar dari SRMP 17 Tabanan.
Kepala SRMP 17 Tabanan I Putu Jaya Negara mengatakan dua siswa yang mengundurkan diri ini semua laki - laki dari Kecamatan Pupuan dan Selemadeg. Mereka sudah mundur September 2025 kemarin atau baru 3 bulan mengikuti mekanisme pembelajaran di SRMP 17 Tabanan. "Alasan mundur karena tidak mau pisah dengan orangtua," ujarnya, Minggu (4/10).
Terhadap mereka yang mundur tersebut sudah mengikuti pembelajaran reguler di sekolah yang dituju. Itu berdasarkan surat pernyataan yang diterimanya dari sekolah yang dituju siswa tersebut.
"Kami memang berikan syarat sekolah yang menerima untuk membuat pernyataan. Karena ini berkaitan dengan pembelajaran yang sudah memasuki tengah semester," beber Jaya Negara.
Dia menyebut siswa yang mundur ini tiap malam memang sering merenung dan sedih karena ingat dengan orangtua. Padahal pendampingan psikologi sudah dilakukan tiap hari. "Kalau pagi sampai siang, dua siswa ini biasa berbaur dengan teman. Tetapi kalau sudah malam itu sering sedih. Mungkin belum siap," katanya.
Kendatipun ada yang mundur, diakui Jaya Negara, pengganti dari dua ini sudah siap. Satu siswa asal Tabanan siap masuk ke SRMP 17 Tabanan. "Tinggal lagi satu saja yang dicari. Kita harapkan bisa segera bergabung," akunya.
Sementara untuk mengantisipasi adanya kasus serupa, pihak sekolah secara rutin melakukan penguatan psikologi. Selaun itu, menambah kegiatan ekstrakulikuler supaya perhatian mereka ingat dengan keluarga biasa dialihkan. "Tiap malam juga ada kegiatan refleksi supaya mereka lebih tenang istirahat malam," tegas Jaya Negara.
Jaya Negara menambahkan sekarang proses pembelajaran di SRMP 17 Tabanan masih memasuki tahap kurikulum persiapan atau matrikulasi, sebelum masuk ke pelajaran inti. Program matrikulasi yang berlangsung selama 2–3 bulan tersebut difokuskan untuk menanamkan karakter dan kesiapan belajar siswa.
Ke depan, siswa SRMP 17 Tabanan akan menerima buku pembelajaran dan laptop sebagai sarana pendukung belajar. Sistem pengajaran akan dipadukan antara metode konvensional dan digital. “Sebagian fasilitas memang belum lengkap, seperti laptop dan buku pembelajaran. Untuk seragam, siswa baru menerima dua pasang,” imbuhnya.
Dengan semangat siswa yang mulai stabil dan fasilitas yang terus dilengkapi, pihak sekolah optimistis proses belajar mengajar di SRMP 17 Tabanan dapat berjalan lebih maksimal.7des
Komentar