RPH Panji Anom Bakal Naik Kelas, Tahun 2026 Mulai Direnovasi
SINGARAJA, NusaBali - Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Buleleng di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, dipastikan akan direnovasi pada tahun 2026.
Pemkab telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk membenahi fasilitas RPH agar lebih layak dan memenuhi standar.
Bangunan RPH yang berdiri puluhan tahun itu kondisinya sudah tua. Atapnya banyak bocor, fasilitasnya belum memadai, serta daya tampung limbah masih terbatas. Kondisi yang memprihatinkan ini sempat mengundang simpati DPRD Buleleng, yang meminta pemerintah segera menganggarkan dana revitalisasi untuk RPH satu-satunya Pemkab Buleleng ini.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menyampaikan apresiasi dukungan DPRD Buleleng, yang ikut memperjuangkan anggaran renovasi. Renovasi yang direncanakan meliputi perbaikan bangunan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga penyesuaian kapasitas pemotongan hewan.
“Soal hilirisasi peternakan kita punya potensi besar, terutama sapi, kambing, babi, dan ayam. Tetapi kapasitas RPH nya masih sangat terbatas. Untuk ayam RPH sudah ada di Patas, Gerokgak. Jadi prioritas kita saat ini merehab RPH Panji Anom, mengingat kebutuhan daging di kota cukup tinggi,” jelas Melandrat, Kamis (2/10)
Menurutnya, saat ini aktivitas di RPH Panji Anom cukup padat. Setiap hari rata-rata 16-20 ekor sapi dipotong. Sementara fasilitas pemotongan babi sudah tersedia, namun belum representatif karena belum memiliki IPAL. “Inilah yang akan kita lengkapi tahun depan agar status RPH bisa naik tipenya,” ujar Melandrat.
Rencana renovasi juga menyentuh aspek digitalisasi. Nantinya, daging hasil potongan akan digantung menggunakan sistem otomatis yang berputar untuk mempercepat proses pengeringan sebelum masuk freezer. Kalau sekarang masih manual menggantung dengan tali, yang membutuhkan waktu hingga 2 jam. Sedangkan jika menggunakan alat yang lebih canggih otomatis prosesnya lebih cepat dan higienis.
Sementara itu, dari total Rp 1 miliar anggaran, sekitar Rp 700 juta lebih akan digunakan khusus untuk pembangunan fisik, termasuk IPAL dan sistem digitalisasi. Sisanya untuk konsultan perencanaan dan pengawasan.
Melandrat optimis, dengan renovasi ini kinerja RPH Panji Anom akan semakin meningkat dan memberikan kontribusi lebih besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Walaupun fasilitas sekarang belum lengkap, target PAD kita sudah di atas 100 persen. Harapannya nanti setelah naik kelas, kontribusi PAD bisa lebih besar,” kata Melandrat.7 k23
Komentar