Duh! Oknum Polisi Nekat Jambret Kalung Pedagang
Diduga Motif Kepepet Cicilan Utang
SINGARAJA, NusaBali - Seorang pedagang tomat bernama Kadek Suartini,50, menjadi korban penjambretan di warungnya di Banjar Dinas Giri Loka, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kalung emas miliknya senilai Rp15 juta dijambret oleh seorang oknum polisi berinisial Aiptu IWS,51.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi membenarkan adanya kejadian ini. Kata dia, peristiwa itu terjadi, Selasa (30/9) siang sekitar pukul 13.00 Wita. “Kami sudah amankan pelaku dan sedang kami periksa intensif di Sat Reskrim Polres Buleleng,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Buleleng, Rabu (1/10). Ia mengungkapkan, peristiwa bermula saat IWS membeli tomat di warung korban. Begitu melihat kalung emas yang dikenakan Suartini, timbul niat jahat di benaknya.
Dengan tongkat T (tongkat polisi) warna hitam, IWS memukul leher belakang korban. IWS lalu merampas kalung emas tersebut dan kabur ke arah selatan atau ke arah Bedugul, Tabanan. Belum jauh melarikan diri, IWS yang mengendarai sepeda motor Honda Revo DK 5797 UG justru menabrak sebuah mobil putih yang melintas. Warga yang melihat kejadian itu langsung mengejar IWS dan berhasil mengamankan oknum polisi tersebut.
Detik-detik warga mengamankan IWS sempat terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Dalam video itu terlihat IWS diamankan sejumlah warga. Salah satu warga bahkan mengikat tangan IWS dan beberapa lainnya memegangnya agar tidak kabur. Oleh warga, IWS lalu diserahkan ke Bhabinkamtibmas Desa Pancasari. AKBP Widwan menyebutkan, pihaknya telah menetapkan IWS sebagai tersangka. Ia disangkakan dengan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan.
“Ancaman hukumannya sembilan tahun,” katanya. AKBP Widwan juga membenarkan status IWS sebagai anggota Polri aktif. Penanganan kasus ini pun dikoordinasikan dengan Polda Bali serta Polres Tabanan. “Kami berkoordinasi dengan Polres Tabanan dan Polda Bali karena mengingat pelakunya anggota aktif Polri," jelasnya. Terkait motif, AKBP Widwan menyebut karena faktor ekonomi. Namun ia masih mendalami pengakuan IWS. “Sesuai pengakuannya, banyak punya utang. Ya mungkin (karena) gaya hidup,” tandasnya.
Terpisah Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati juga membenarkan kejadian tersebut. Saat ini oknum polisi tersebut sudah diamankan dan ditangani oleh Polres Buleleng. "Yang dilakukan itu murni atas tindakan pribadi tidak ada kaitannya dengan kedinasan maupun institusi Polri," ujarnya. Dia pun sangat menyesalkan perbuatan oknum yang mencoreng nama baik institusi tersebut. Dari hasil keterangan awal oknum polisi itu melakukan hal tersebut karena tuntutan ekonomi.
"Pelaku mengaku memiliki beban utang hingga ratusan juta rupiah dan beberapa tagihan cicilan yang jatuh tempo pada hari kejadian. Kondisi inilah yang memicu munculnya niat untuk melakukan pencurian saat melihat kalung emas yang dipakai korban," beber AKBP Bayu Pati. Kendati demikian pihak kepolisian menegaskan bahwa motif ekonomi tidak dapat dijadikan alasan pembenar. Proses hukum tetap dijalankan, baik pidana maupun etik internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas, transparan, dan tidak ada toleransi. Selain itu, pelaku juga akan menjalani proses etik dan disiplin di internal Polri," tegasnya. AKBP Bayu Pati juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. “Polri berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota sendiri yang terbukti melakukan pelanggaran. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini dapat segera ditangani secara profesional, sehingga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” tandasnya. Aiptu IWS sendiri diketahui menjabat sebagai Pejabat Sementara (PS) Kasi Humas Polsek Baturiti. 7 mzk, des
Komentar