Hasil Uji Petik Masih Temukan Pemilih Anomali
DENPASAR, NusaBali - Anggota Bawaslu Bali Ketut Ariyani mengungkap adanya sejumlah ketidaksesuaian data pemilih hasil uji petik yang dilakukan Bawaslu se-Bali. Menurut Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) ini, hasil uji petik menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan antara data dengan kondisi faktual di lapangan.
“Misalnya, pada kategori pemilih tidak memenuhi syarat, dari 253 sampel, terdapat 11 pemilih yang ternyata masih hidup meski sebelumnya tercatat meninggal dunia,” ujar Ariyani pada persiapan Pengawasan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil PDPB Triwulan III secara daring, Selasa (30/9).
Pada kategori pemilih baru, lanjut Ariyani, Bawaslu mengambil sampel 286 pemilih berusia genap 17 tahun. Dari jumlah tersebut, ditemukan data bermasalah, antara lain pemilih yang telah meninggal, beralih status menjadi anggota TNI/Polri, maupun yang sudah pindah domisili. Selain itu, uji petik terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) semester I KPU dengan total sampel 379 pemilih juga menemukan 44 pemilih telah meninggal dunia, 27 pindah domisili, dan 11 beralih status.
Atas temuan ini, Ariyani menekankan perlunya segera dilakukan perbaikan. Ia meminta seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota di Bali mengawal saran perbaikan yang telah disampaikan kepada KPU, agar benar-benar ditindaklanjuti dalam rapat pleno rekapitulasi pemutakhiran DPB triwulan III pada 2 Oktober 2025 mendatang. “Pengawalan ini krusial agar saran perbaikan benar-benar ditindaklanjuti, sehingga kualitas data pemilih semakin akurat,” tegas Ariyani. adi
1
Komentar