Pelaku Penebasan Belum Berhasil Ditangkap
Dari hasil penyelidikan sementara, motif peristiwa berdarah itu terjadi diduga karena korban menasehati pelaku yang sering bermain judi.
DENPASAR, NusaBali
Pelaku penebasan terhadap pengamen bernama Rafli, 23 yang terjadi di salah satu kos di Jalan Glogor Carik Gang Leli Nomor 92, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Senin (15/9) malam yang lalu hingga kini belum berhasil ditangkap aparat kepolisian. Pelaku bernama M Surya Mualik Cahya kabur dari lokasi TKP usai menebas korban yang tak lain adalah temannya sendiri hingga menderita luka luka berat pada bagian kepala, punggung, perut dan pinggang. Korban kini masih dalam perawatan intensif di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.
Dari hasil penyelidikan sementara, motif peristiwa berdarah itu terjadi diduga karena korban menasehati pelaku yang sering bermain judi. Tak terima dinasihati, pelaku marah dan mengambil parang di dalam kamar lalu menebas korban berulang kali secara brutal.
"Sementara korban belum bisa dimintai keterangan. Dugaan sementara peristiwa itu terjadi karena korban menasihati pelaku yang kerap main judi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, dikonfirmasi Jumat (19/9) siang.
Iptu Arisandi juga mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor usai membacok korban. Namun, ia belum bisa memastikan keberadaan pelaku hingga saat ini.Iptu Arisandi juga enggan mengungkapkan alasan mengapa pelaku sulit di tangkap. Padahal rekaman kamera CCTV, saksi di TKP, dan pelat kendaraan yang digunakan semua jelas.
"Kita masih melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku," ungkap Kanit Reskrim yang belum genap sebulan menjabat ini.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Rafli, 23 ditebas pakai parang oleh temannya M Surya Mualik Cahya yang akrab disapa Aleks, 27 di salah satu kos di Jalan Glogor Carik Gang Leli Nomor 92, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Senin (15/9) malam pukul 21.00 Wita. Akibat kejadian itu, korbanmenderita luka berat pada bagian kepala, punggung, perut dan pinggang hingga dilakukan perawatan di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.
Berdasarkan keterangan teman kos bernama Nia, 25 pada Selasa (16/9) siang mengatakan, saat kejadian korban baru saja pulang mengamen. Sementara pelaku yang tak lain adalah teman korban mengamen yang juga tinggal sekamar hendak pergi dari kos. Nia mengetahui hal itu, karena pada saat yang sama keluar dari kamar hendak menjemput adiknya bernama Cika.
“Saat itu saya melihat awalnya korban berada di pintu dan pelaku di dekat motornya. Pelaku kemudian masuk ke kamarnya dan keluar membawa sebilah parang. Tanpa banyak bicara pelaku langsung menebas korban," jelas Nia.
Melihat peristiwa kekerasan itu, Nia memilih kabur ke kamarnya. Sebelum Nia kabur, pelaku sempat meminta untuk membawa korban ke rumah sakit. Kemudian pelaku kabur meninggalakn lokasi dalam kondisi korban bersimbah darah.
Setelah pelaku pergi, Nia dan suami adiknya bernama Koyo membawa korban ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan sepeda motor.7 cr80
1
Komentar