nusabali

Unmas Denpasar Kuatkan BUMDesa dan UMKM Samsam Lewat Digitalisasi Bersama Tim Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)

  • www.nusabali.com-unmas-denpasar-kuatkan-bumdesa-dan-umkm-samsam-lewat-digitalisasi-bersama-tim-pemberdayaan-masyarakat-oleh-mahasiswa-pmm
  • www.nusabali.com-unmas-denpasar-kuatkan-bumdesa-dan-umkm-samsam-lewat-digitalisasi-bersama-tim-pemberdayaan-masyarakat-oleh-mahasiswa-pmm
  • www.nusabali.com-unmas-denpasar-kuatkan-bumdesa-dan-umkm-samsam-lewat-digitalisasi-bersama-tim-pemberdayaan-masyarakat-oleh-mahasiswa-pmm
  • www.nusabali.com-unmas-denpasar-kuatkan-bumdesa-dan-umkm-samsam-lewat-digitalisasi-bersama-tim-pemberdayaan-masyarakat-oleh-mahasiswa-pmm
  • www.nusabali.com-unmas-denpasar-kuatkan-bumdesa-dan-umkm-samsam-lewat-digitalisasi-bersama-tim-pemberdayaan-masyarakat-oleh-mahasiswa-pmm

TABANAN, NusaBali.com - Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar diterjunkan ke Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, dalam program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) tahun 2025.

Mereka mengusung tema “Membangun Desa Samsam Kabupaten Tabanan melalui Penguatan BUMDesa dan UMKM Berbasis Digital” dengan fokus meningkatkan kapasitas BUMDesa Wija Sari serta UMKM lokal agar lebih berdaya saing.

Kegiatan utama berlangsung pada 9 Agustus 2025 dengan dua agenda besar, yakni sosialisasi manajemen keuangan dan penyusunan SOP untuk BUMDesa Wija Sari, serta pelatihan digitalisasi bagi UMKM Samsam. Tiga UMKM unggulan yang terlibat yaitu Camilan Cantik Gekka (kuliner camilan dan kue), Goes to Rach Topeng Bali (kerajinan topeng tradisional), dan Mong Ice (penjualan es krim).

Pembicara pertama, Bapak I Made Edy Septian Santosa, SE., M. Si., Dosen Unmas Denpasar, menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan profesional. “UMKM maupun BUMDesa harus memiliki manajemen keuangan yang sehat. Ini menjadi dasar agar usaha bisa berkembang secara berkelanjutan dan dipercaya oleh mitra maupun konsumen,” jelasnya.


Selanjutnya, pembicara kedua Ibu Dr. Ni Putu Yeni Astiti, SE.,MM., Dosen Unmas Denpasar, juga menekankan pentingnya penguatan tata Kelola UMKM dan BUMDesa, serta pentingnya penyusunan SOP demi tata Kelola BUMDesa yang lebih baik dan professional.

Sementara itu, pembicara ketiga, Dr. Made Agung Raharja, S.E., Ak., S.Si., M.Cs., Dosen Universitas Udayana, menekankan peran digitalisasi dalam memperluas pasar. “Pemanfaatan platform digital akan membuka peluang lebih besar. Dengan teknologi, produk UMKM Samsam tidak hanya dikenal di Tabanan, tetapi juga bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Selain kegiatan ekonomi, Tim PMM Unmas juga melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik di Balai Banjar Kutuh Kaja, Desa Samsam, pada 10 Agustus 2025. Acara ini dibuka Bendesa Adat Kutuh Kaja, I Gusti Putu Arimbawa, yang mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. “Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga bisa memulai langkah kecil dengan memilah sampah dari rumah,” ujarnya.


Warga, khususnya ibu-ibu PKK, terlihat antusias dengan banyak bertanya tentang pembuatan kompos sederhana hingga pemanfaatan Teba Modern. Di akhir kegiatan, masyarakat berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui pemilahan sampah dan pengelolaan berkelanjutan.

Program ini juga disertai pengadaan plang nama bagi BUMDesa Wija Sari serta tiga mitra UMKM untuk memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha mereka. Harapannya, UMKM Samsam semakin maju dan mandiri, sementara BUMDesa Wija Sari mampu berkembang sebagai pilar ekonomi desa.

Sebagai penutup, Tim PMM Unmas Denpasar menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, LPPM Unmas Denpasar, Perbekel dan masyarakat Desa Samsam, BUMDesa Wija Sari serta UMKM mitra, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan program pemberdayaan ini.

Komentar