nusabali

Proyek Kamar Jenazah RSUD Molor

  • www.nusabali.com-proyek-kamar-jenazah-rsud-molor

Khawatir pekerjaan ini tidak tuntas sesuai yang direncanakan. Lagi pula jumlah tenaga yang bekerja sangat terbatas.

AMLAPURA, NusaBali - Pembangunan Instalasi Kamar Jenazah di RSUD Karangasem, molor dari yang direncanakan sebelumnya. Rekanan hanya mempekerjakan delapan buruh sehingga dikhawatirkan peoyek ini tidak tuntas sesuai batas waktu.

Komisi II DPRD Karangasem yang memantau langsung pengerjaan Instalasi Kamar Jenazah itu di RSUD Karangasem Jalan Ngurah Rai Amlapura, Senin (15/9).

Ketua Komisi II I Made Tarsi Ardipa memimpin langsung pemantauan. Pihaknya mempertanyakan pengerjaan instalasi kamar jenazah sampai molor. Pekerjaan dimulai 8 Agustus 2025, selama 100 hari kerja sesuai SPMK (surat perintah mulai kerja) Nomor 000.3.1/30/SPK/UPTD-RSUD/Dinkes, berbiaya Rp 421,48 juta. Berarti telah 39 hari bekerja, kenyataannya realisasinya baru 7,116 persen.

Tarsi Ardipa khawatir pekerjaan ini tidak tuntas sesuai yang direncanakan. Lagi pula jumlah tenaga yang bekerja sangat terbatas. "Saya sarankan, agar menambah tenaga kerja. Kamar jenazah ini sangat penting bagi keluarga yang punya pasien meninggal di rumah sakit," ujarnya.

Dia berharap bangunan ini kokoh. "Nanti kan ada keluarga yang meninggal datang menjemput jenazah. Jika tiba-tiba bangunan roboh, lalu viral, kasihan juga," ujar Tarsi Ardipa.

Komisi II, kata dia, sejak awal mengingatkan agar kualitas bangunan sesuai bestek. Masa pengerjaannya juga sesuai waktu yang tersedia. "Kasihan nanti Direktur RSUD Karangasem yang baru, kalau proyek itu sampai bermasalah," harapnya.

Jika pembangunan molor terlalu lama, kata Tarsi Ardipa, rekanan kena finalti, kasihan juga. Harapannya agar semua berjalan baik.

Hadir pula, anggota Komisi II I Ketut Rukiana, I Kadek Mudita, dan I Nengah Rinten. Rukiana juga menyarankan demikian agar tidak molor terlalu jauh. "Ya, saya lihat pembangunannya molor, apalagi telah berjalan 39 hari," katanya.

Direktur RSUD dr I Putu Angga Wirayogi mengakui pembangunan instalasi kamar jenazah pengerjaannya molor. "Ya, memang molor, saya dapat laporan begitu, secara teknis, staf yang tahu," katanya.

Instalasi kamar jenazah ini dibongkar dan diperluas, ukurannya menjadi 12,28 meter x 10 meter. Awalnya, kapasitas 12 jenazah, nantinya untuk 20 jenazah. Dari pengawas proyek mengatakan, sesuai rencana per Senin (15/9), mestinya bangunan tuntas 10,86 persen, tetapi realisasi 7,116 persen. 

Molornya pengerjaan, karena surat perintah mulai kerja turun per 8 Agustus 2025. Sedangkan kamar jenazah belum bersih atau gudang penyimpanan tabung oksigen yang digunakan perluasan kamar jenazah belum dikosongkan. Untuk mengosongkan ruangan itu perlu waktu.

Pengawas mengatakan, tidak mungkin tambah tenaga, karena semua tenaga telah memiliki bagian-bagian pekerjaan.

Kamar jenazah yang diperluas karena banyak fungsi. Bukan saja tempat menitipkan jenazah untuk sementara, juga untuk pemulasaraan (memandikan, menghafani dan mengeringkan), tempat otopsi, identifikasi jenazah, sebagai ruang duka, tempat menunggu pengambilan jenazah sebelum dimakamkan atau dikremasi.

Selain itu, ada pembangunan CT (computerized tomography) Scan untuk pemotretan bagian penyakit pasien  menggunakan sinar-X . Alat ini dilengkapi komputer untuk menghasilkan gambar yang merupakan diagnose penyakit pasien.
Satu lagi fasilitas kesehatan yang dibangun, mammografi merupakan tempat pemeriksaan gunakan sinar-X untuk mendeteksi kanker payudara secara dini. 7k16

Komentar