nusabali

687 Bonsai Ramaikan Kontes Nasional di Lapangan Puputan Badung

  • www.nusabali.com-687-bonsai-ramaikan-kontes-nasional-di-lapangan-puputan-badung

DENPASAR, NusaBali.com – Pameran dan Kontes Bonsai Nasional dalam rangka memperingati Hari Puputan Badung ke-119 resmi ditutup pada Jumat (5/9). Selama 10 hari, 27 Agustus–5 September 2025, Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau yang lebih dikenal sebagai Lapangan Puputan Badung dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan 687 bonsai terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang ini menampilkan sembilan kategori, mulai dari Utama, Madya, Pratama, Bahana (semi Pratama), Small, Mame, hingga kategori bahan A dan B prospek. Pohon yang dilombakan antara lain lowa, kimeng, anting putri, sancang, hingga saing singcur asal Vietnam. Aspek penilaian meliputi keserasian, keindahan, penampilan, serta kematangan dan gerak dasar bonsai.

Ketua Panitia, IGKM Maswibawa menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. “Event nasional ini diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Peserta terbanyak datang dari kategori prospek, bahkan ada yang datang jauh-jauh dari Surabaya. Astungkara, kegiatan ini bisa menjadi ruang kolaborasi antara LPM Denpasar Barat, Puri Satria, UMKM, serta berbagai pihak yang mendukung,” ujar notaris/PPAT alumnus Universitas Diponegoro Semarang ini.

Selain pameran bonsai, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran UMKM lokal yang menjajakan produk kreatif. Maswibawa berharap event bonsai dapat memberi kontribusi nyata bagi ekonomi kreatif sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

Sejumlah tokoh hadir memberikan dukungan, di antaranya Pengelingsir Puri Satria Ida Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar, Kasat Pol PP Denpasar, Camat Denpasar Barat, Ketua PBBI Korwil Bali, serta perwakilan PBBI Gianyar dan Tabanan. Hadir pula tokoh masyarakat AA Ngurah Bagus Jayendra, SH dan Wisnu Bawa Temaja.

Pameran dibuka resmi pada 1 September, setelah proses penilaian berlangsung 30–31 Agustus, dan ditutup pada 4 September sebelum kontes berakhir sehari kemudian. Dengan jumlah peserta ratusan dan ribuan pengunjung setiap harinya, ajang ini dipandang sukses menjadi magnet baru bagi pecinta bonsai sekaligus ajang pelestarian seni tata tanaman di Indonesia. *m03

Komentar