Unhi Buka Pendaftaran Calon Rektor 2026-2030
Ditutup 11 September, 2 Kandidat Sudah Daftar
DENPASAR, NusaBali - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar secara resmi membuka penjaringan bakal calon Rektor untuk masa bhakti 2026–2030 menggantikan Rektor sebelumnya Prof Dr drh I Made Damriyasa MS.
Panitia Seleksi (Pansel) Calon Rektor memberikan kesempatan kepada dosen di lingkungan kampus maupun masyarakat Hindu yang memenuhi syarat untuk ikut serta dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi tersebut.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Rektor Unhi, Prof Dr dr I Wayan Wita SpJP (K) FAsCC dalam pengumuman tertanggal 6 Agustus 2025 mengatakan pendaftaran telah dibuka sejak Senin (11/8) dan akan ditutup pada Kamis (11/9) pukul 12.00 Wita. “Seluruh persyaratan administrasi wajib diserahkan ke Panitia Pelaksana Teknis di Biro Akademik dan Teknologi Informasi, Gedung Rektorat UNHI,” ujar Prof Wita.
Persyaratan umum calon rektor sesuai Statuta Unhi, antara lain berstatus Warga Negara Indonesia beragama Hindu, sehat jasmani dan rohani, tidak pernah dihukum pidana lebih dari tiga tahun, serta berusia maksimal 65 tahun. Kandidat juga wajib berpendidikan minimal doktor (S3), memiliki pengalaman manajerial di perguruan tinggi atau lembaga publik/swasta minimal empat tahun, tidak menjadi anggota partai politik, dan bersedia bekerja penuh waktu.
Selain itu, bakal calon dari luar Unhi diwajibkan melampirkan izin tertulis dari pimpinan lembaganya. Berbagai dokumen pendukung lain seperti riwayat hidup, ijazah terakhir, surat pernyataan, hingga pasfoto juga harus diserahkan sesuai ketentuan panitia. Tahapan pemilihan rektor akan berlangsung ketat. Setelah seleksi administrasi ditutup, panitia akan menetapkan bakal calon rektor pada 25 September 2025 dan mengumumkan hasilnya dua hari kemudian. Para calon yang lolos wajib menyerahkan naskah visi, misi, strategi pengembangan, program kerja, serta komitmen memajukan Unhi paling lambat 3 Oktober 2025.
Agenda berikutnya, pada 24 Oktober 2025 seluruh calon akan mempresentasikan gagasan mereka di depan panitia seleksi. Dari proses itu, tiga nama calon rektor akan ditetapkan pada 14 November 2025. “Ketiga calon terpilih kemudian akan mengikuti debat terbuka bersama Senat dan civitas akademika Unhi pada 25 November 2025,” ungkapnya.
Tahap akhir akan dilaksanakan melalui rapat Senat UNHI pada 6 Desember 2025 untuk merumuskan rekomendasi aspek akademik, yang selanjutnya diserahkan ke Badan Penyelenggara Yayasan Pendidikan Widya Kerthi (YPWK). Badan penyelenggara akan menetapkan rektor terpilih pada 20 Desember 2025. Selanjutnya, prosesi pelantikan Rektor UNHI masa bhakti 2026–2030 dijadwalkan berlangsung pada 10 Januari 2026.
Sementara itu menurut Koordinator Bidang Pendaftaran Calon Rektor Unhi, I Putu Darmawan SE MM, hingga Selasa (26/8) kemarin sudah ada dua kandidat yang mendaftar. Keduanya, yakni Dr I Komang Gede Santhyasa ST MT dan Prof Dr Ir I Wayan Muka, ST MT IPU Asean Eng. Dr Santhyasa saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV membidangi Riset, Inovasi dan Kerja Sama. Dia melakukan pendaftaran pada, Sabtu (23/8) lalu. Sedangkan Prof Muka yang Guru Besar Teknik Sipil Unhi dan Dekan Fakultas Teknik ini melakukan pendaftaran pada, Selasa kemarin.
Pendaftaran Prof Muka diterima langsung oleh Koordinator Bidang Pendaftaran, I Putu Darmawan SE MM di Kampus yang beralamat di Tembau, Jalan Sangalangit, Penatih, Denpasar Timur, Selasa siang kemarin. Dalam keterangannya, Prof Muka menegaskan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga akhir. “Pada hari ini (kemarin) saya melaksanakan pendaftaran dalam rangka pemilihan Rektor Universitas Hindu Indonesia periode 2026–2030. Tentunya nanti kita akan mengikuti tahapan proses seleksi ini sampai dengan akhir. Dan harapan kita adalah menjadi yang terbaik untuk membangun UNHI yang lebih hebat, yang lebih maju sesuai dengan visi dan misinya,” ujar Dewan Pakar DPW Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Badung periode 2022- Juli 2025 ini.
Ia juga menyampaikan pendaftaran calon rektor memiliki sejumlah persyaratan ketat. “Sebagai persyaratan, jadi banyak persyaratan, salah satunya adalah terkait dengan visi-misi karena di situ harus dibuatkan makalahnya. Sudah itu ada daftar riwayat hidup, surat keterangan kelakuan baik, cek kesehatan, membuktikan diri bahwa kita bebas narkoba, serta persyaratan akademik. Ada ijazah dan ketentuan lainnya, termasuk pengalaman di bidang memimpin pendidikan tinggi atau di lembaga swasta dan pemerintah,” terang Ketua Pusat Koordinasi Hindu Indonesia Provinsi Bali 2023-April 2025 ini.
Dalam visi dan misinya, Prof Muka menekankan pentingnya Unhi menjadi perguruan tinggi unggulan yang berkelas dunia, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai dharma. Konsep 'Pañca Citta Dharma' yang ia usung memuat lima nilai inti: Dharma Jñāna (keunggulan ilmiah berbasis kebijaksanaan dharma), Satya Karuna (integritas dan welas asih), Tejas-Navaṭva (semangat unggul dan inovatif), Yajña Seva (kepemimpinan dalam pengabdian), serta Loka Saṃgraha (tanggung jawab global berlandaskan kearifan lokal). 7 tr
1
Komentar