Mahasiswa Warmadewa Edukasi Ecobrick di Abiansemal Dauh Yeh Cani
MANGUPURA, NusaBali.com – Mahasiswa KKN-PMM Reguler II Universitas Warmadewa menggelar sosialisasi ecobrick di empat sekolah dasar di Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Badung, tahun 2025. Program kreatif yang dilaksanakan pada 29 Juli – 1 Agustus 2025 ini bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini melalui praktik langsung pengolahan sampah plastik.
Kegiatan yang dibimbing Ir Ni Ketut Sri Rukmini, MP ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI di SDN 1, SDN 2, SDN 3, dan SDN 4 Abiansemal Dauh Yeh Cani. Tak hanya sebatas teori, anak-anak diajak membuat ecobrick—botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik bersih—yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bangunan sederhana maupun karya kreatif.
Pelaksanaan dibagi dalam tiga tahap. Pertama, pengenalan masalah sampah plastik dan solusi ecobrick. Kedua, praktik membuat ecobrick dengan botol plastik bekas ukuran 600 ml atau 1 liter, diisi potongan plastik hingga padat menggunakan stik bambu. Ketiga, tahap kreativitas berupa penyusunan ecobrick menjadi karya. Hasilnya, di SDN 2 Abiansemal Dauh Yeh Cani tercipta plang bertuliskan “SDN 2 ADYC” yang kini dipasang sebagai identitas sekolah sekaligus simbol kepedulian lingkungan.
“Tujuan kegiatan ini bukan hanya menghasilkan karya, tetapi membentuk kebiasaan baik sejak dini. Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang peduli lingkungan, kreatif, dan mampu memanfaatkan limbah secara positif,” ujar Ketua Kelompok KKN-PMM I Made Wahyu Wiguna, mewakili tim mahasiswa Warmadewa.

Program ini mendapat respons positif dari siswa maupun guru. Anak-anak antusias mengikuti praktik, bahkan sebagian menyatakan ingin melanjutkan membuat ecobrick di rumah. Sementara pihak sekolah berkomitmen menjadikan ecobrick sebagai kegiatan berkelanjutan, baik dalam bentuk ekstrakurikuler maupun proyek lingkungan.
Menurut mahasiswa KKN, kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. “Dengan pendekatan kreatif, edukasi lingkungan tidak lagi membosankan. Anak-anak bisa belajar sambil bermain,” tambah Wahyu Wiguna.
Sosialisasi ecobrick di Abiansemal Dauh Yeh Cani pun diharapkan menjadi langkah kecil namun berdampak besar. Dari botol plastik sederhana, lahir kesadaran baru untuk menjaga bumi, dimulai dari lingkungan sekolah dasar.
Komentar