Gus Marhaen Hadiri HUT ke-80 RI di Istana Merdeka
Undang Prabowo Resmikan Museum Kepresidenan
JAKARTA, NusaBali - Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia menjadi momen spesial bagi Yayasan Kepustakaan Bung Karno. Yayasan yang diketuai oleh Ida Bagus Dharmika, akrab dipanggil Gus Marhaen ini mendapat undangan untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, (17/8).
Kehadiran Gus Marhaen ke Istana Merdeka tidak hanya untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi, juga sekaligus menyerahkan surat undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk berkenan meresmikan Museum Agung Kepresidenan yang dibangunnya di Bali.
Saat bertemu langsung dengan Prabowo untuk menyerahkan undangan , Gus Marhaen selaku Ketua Yayasan Museum Kepresidenan bersama dengan putri Proklamator RI Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri yang sekaligus sebagai penasehat yayasan. “Usai upacara beliau (Presiden Prabowo, red) menyambut kami dengan ramah dan hangat dan beliau menerima langsung surat undangan tersebut,” ujar Gus Marhaen kepada NusaBali, Senin (18/8).
Gus Marhaen mengaku dalam surat undangan bermap cokelat dengan corak batik tersebut tidak ditulis kapan peresmian akan dilaksanakan. “Soal waktunya diharapkan disesuaikan dengan agenda Presiden,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Gus Marhaen menyebut suasananya sangat meriah dan semarak karena selain dihadiri oleh pejabat dan tamu kenegaraan, pihak Istana juga mengundang berbagai lapisan masyarakat baik petani, nelayan hingga buruh untuk secara langsung ikut serta dalam momen sakral tersebut. “Seorang Prabowo yang basiknya militer saya melihatnya beliau begitu merakyat dan dicintai rakyat,” ucap Gus Marhaen.
Selain bertemu Presiden Prabowo, dalam momen spesial tersebut, Gus Marhaen juga bertemu dan berbincang singkat dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani yang notabene merupakan putri Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Untuk diketahui, Museum Agung Kepresidenan ini rencananya bakal dihiasi patung, lukisan, buku, dan pernak pernik bersejarah dari seluruh Presiden RI mulai dari Ir Soekarno (1945-1967), Soeharto (1967-1998), Bacharuddin Jusuf Habibie (1998-1999), Abdurrahman Wahid (1999-2001), Megawati Soekarnoputri (2001-2004), Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009 dan 2009-2014), Joko Widodo (2014-2019 dan 2019-2024) hingga Prabowo Subianto (2024-2029).
Bagi Gus Marhaen, ide membangun Museum Kepresidenan yang merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia, salah satu tujuannya untuk mengingatkan kepada republik dan rakyat Indonesia tentang sosok pemimpin Indonesia. “Terutama jasa-jasanya dalam memimpin ratusan juta rakyatnya ini. Kalau kita bicara presiden, kita harus ingat selalu dari berbagai aspek. Terutama jasa-jasanya dalam membangun republik ini dan menyejahterakan rakyatnya,” ujar pria nyentrik yang dikenal punya kedekatan dengan sejumlah tokoh politik lintas partai di level nasional ini. 7 isu
Komentar