nusabali

Paskibraka asal Bali Berada di Pasukan Delapan

Saat Upacara Peringatan HUT ke-80 RI di Istana

  • www.nusabali.com-paskibraka-asal-bali-berada-di-pasukan-delapan

JAKARTA, NusaBali - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI ke-80 Tahun di Istana Merdeka, Minggu (17/8) berjalan lancar. Bahkan, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera sukses menjalankan tugas mereka.

Diketahui, Paskibraka asal Bali Ni Putu Anindya Permata Wardana (Nindy) dan I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana (Mentor) berada di pasukan delapan. Mentor bertugas di penurunan bendera pada sore hari dipercaya sebagai Komandan Kelompok (Danpok) pasukan delapan. 

Pelajar dari SMAN 9 Denpasar ini, berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. "Saya berusaha tidak grogi dan tenang agar lancar dalam menjalankan tugas," ujar Mentor. Ketika menjalankan tugas, orang tua Mentor Iptu I Made Suartana dan Ni Kadek Ayu Ratna Dewi langsung menyaksikan di Istana Merdeka. Tim penurunan bendera sang saka merah putih adalah Tim A. Saat bertugas, mereka bernama Tim Indonesia Bersatu. Di tim tersebut, Mentor tugas bersama dengan Paskibraka berdarah Bali dari Sulawesi Tengah (Sulteng) Anggita Damayanti dan Sumatera Selatan (Sumsel) Putu Elysa Boniarta. Anggita dan Putu Elysa berada di pasukan 17.

Sementara Paskibraka putri asal Bali, Nindy bertugas saat pengibaran bendera sang saka merah putih pada pagi hari. Tim pengibaran adalah Tim B. Saat bertugas bernama Tim Indonesia Berdaulat. Nindy dipercaya berada di pasukan delapan serpihan kiri. "Sangat bersyukur bisa ditempatkan di kelompok delapan," ucap Nindy.

Nindy bersama teman-temannya tampak lancar dalam menjalankan tugas. Meski begitu, kata pelajar SMAN 7 Denpasar ini, dia sempat merasa grogi. Namun, bisa segera mengatasinya. "Tentu ada rasa grogi, tetapi itu manusiawi karena dimiliki oleh setiap manusia. Saya pun berusaha mengatasinya dengan bersikap tenang," jelas Nindy.

Pelaksana Pusat Duta Pancasila Paskibraka Indonesia I Dewa Agung Christos Sugandha Putra bersama Paskibraka putra asal Bali, Mentor. -IST 

Saat bertugas, orang tua Nindy juga datang menyaksikan di Istana Merdeka. Di pengibaran bendera, Nindy tugas bersama Paskibraka berdarah Bali dari Provinsi Lampung Ni Made Ira Puspa Nandini (Rara). Anak dari pasangan Wayan Rudiarna dan Ni Sayu Putu Puspitawati ini berada di pasukan delapan. Posisi dia di belakang tengah. Selain Paskibraka asal Bali dan berdarah Bali, ada Purna Paskibraka Indonesia (PPI) asal Bali yang bertugas di kirab bendera pada pagi hari. Dia adalah Ni Komang Tri Setia. Tri Setia merupakan Paskibraka tingkat pusat 2024. Kala itu, dia bertugas sebagai pembawa baki saat upacara penurunan bendera di Halaman Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). Ketika kirab bendera, Minggu (17/8/2025) Tri Setia bertugas membawa teks proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka. Penugasan mereka pun, disaksikan PPI Bali Tahun 2015 AA Mirah Manik W dan Pelaksana Pusat Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, I Dewa Agung Christos Sugandha Putra (Dewa). Dewa menyatakan, bangga kepada para Paskibraka yang sukses menjalankan tugas, terutama dari Bali. "Sangat merasakan kebanggaan atas apa yang diraih dan dilaksanakan oleh adik-adik saat mereka bertugas, baik saat pengibaran dan penurunan bendera," jelas Dewa. Pria yang merupakan ASN Bapenda Kabupaten Badung ini merasa merinding. Lantaran kesuksesan para Paskibraka mendapat apresiasi dari para pejabat dan peserta upacara. "Melihat mereka sukses bertugas, merinding rasanya. Apalagi, para pejabat dan peserta upacara memberikan aplaus kepada mereka. Pokoknya, sukses untuk semuanya dan selamat HUT RI ke-80 Tahun," kata Dewa.

Wakil Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Rima Agristina menyatakan, penentuan siapa yang bertugas bukan keputusan perseorangan. Melainkan, melalui laporan berjenjang hingga bahkan di internal BPIP sampai kepada Ketua Dewan Pengarah BPIP. Rima menambahkan, pentingnya rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh para Paskibraka. “Bersyukurlah kalian sudah mendapat kesempatan ini," ucap Rima.

Upacara HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80 Tahun di Istana Merdeka, tidak hanya Paskibraka saja yang bertugas. Di sana, ada pula paduan suara Gita Bahana Nusantara (GBN). Mereka berasal dari 38 provinsi di Indonesia. Dari Bali ada tiga orang. Mereka adalah Felycia Ellani Putri Natha (Felycia), Putu Gatra Jyothisa Premahottama (Gatra) dan Ketut Sukma Permata Putri (Sukma). Sukma menjelaskan, untuk tampil di sana, dia dan kawan-kawannya mempersiapkan diri sejak Sabtu (16/8/2025) malam. "Tanggal 16 Agustus, jam 23.00 WIB, kami dirias oleh MUA (Make Up Artist). Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Bali juga ikut membantu menggurus kami untuk memakai baju dan hairdonya, karena agak susah menggunakan busana Bali dan hairdonya," jelas Sukma.

Pelajar Kelas III SMAN 2 Semarapura, Kabupaten Klungkung ini menyatakan, setelah selesai semua, mereka berangkat dari Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat ke Istana Merdeka pada Minggu (17/8/2025) jam 03.30 WIB. "Kami sampai di istana pukul 04.30 WIB," terang Sukma. Mereka pun, sukses membawakan lagu-lagu nasional dan medley daerah di hadapan Presiden Prabowo Subianto, para pejabat serta peserta upacara lainnya. 7 k22

Komentar