Mengenal Dompet Crypto Non Kustodial Bagi Investor Pemula
DENPASAR, NusaBali.com - Kemajuan teknologi telah banyak menciptakan inovasi baru dalam cryptocurrency, salah satunya adalah wallet crypto. Ada beberapa jenis wallet crypto yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan Bitcoin atau crypto, salah satunya adalah dompet crypto non kustodial.
Namun sebelum membahas tentang dompet crypto tentunya kamu harus mengetahui pengertian dasar apa itu Bitcoin, sehingga kamu akan memahami bagaimana cara kerja dompet crypto menyimpan Bitcoin.
Setelah kamu mengetahui Bitcoin maka kamu harus mempelajari pergerakan harga Bitcoin atau aset crypto lainnya. Tujuannya agar kamu bisa melakukan analisa teknikal dalam menentukan arah pergerakan Bitcoin atau aset tersebut.
Terdapat beberapa wallet crypto yang mudah dan aman digunakan untuk swap crypto maupun menyimpan NFT, salah satunya adalah Pintu Web3 dan beberapa dompet crypto lainnya. Dengan dompet web3 wallet, trader atau investor crypto bisa melakukan staking, borrow-lending hingga berburu airdrop yang sedang ramai.
Apa itu Dompet Crypto Non-Kustodial?
Dompet non-kustodial merupakan tipe dompet crypto di mana pemilik crypto bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengelola kunci. Artinya, jika pemiliknya kehilangan atau salah menyimpan kunci, maka crypto yang terdapat dalam dompet tersebut bisa lenyap selamanya.
Dompet ini bisa berbentuk perangkat lunak berbasis web, perangkat lunak yang bisa diunduh, perangkat keras, atau bahkan dalam bentuk fisik seperti kertas. Banyak orang beranggapan bahwa dompet perangkat keras adalah cara yang paling aman untuk menjaga kunci dari dompet crypto.
Keuntungan dari Dompet Crypto Non-Kustodial
Bagi para penganut crypto yang ingin sepenuhnya bebas dari pengaruh lembaga pemerintah atau keuangan yang terpusat, dompet non-kustodial memberikan kekuasaan penuh kepada investor atas aset mereka.
Saat kamu menyimpan aset di dompet non-kustodial, tidak ada entitas terpusat yang bisa menyita atau membekukan aset digital yang tersimpan. Selain itu, menggunakan dompet non-kustodial memungkinkan tanpa batasan untuk berpartisipasi dalam ekosistem crypto global.
Manfaat lain dari dompet non-kustodial adalah kemudahan dalam melakukan transfer aset digital, karena berinteraksi langsung dengan blockchain. Ini berarti dompet non-kustodial, dalam banyak situasi, berbeda dari dompet kustodial dan memiliki akses langsung ke sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang terus berkembang.
Risiko dari dompet crypto non-pengawas
Pengelolaan kunci secara mandiri adalah tanggung jawab besar bagi setiap investor crypto, khususnya jika mereka mengelola aset dengan nilai yang tinggi. Oleh sebab itu, mereka yang kurang berpengalaman di bidang teknologi crypto lebih berisiko kehilangan akses ke dana mereka jika melakukan kesalahan.
Ini berbeda dari lupa kata sandi di akun exchange crypto, yang biasanya dapat diselesaikan dengan cepat melalui dukungan pelanggan. Pengguna baru yang memilih dompet non-kustodial juga cenderung lebih rentan terhadap phishing, peretasan, dan penipuan jika dibandingkan dengan pengguna berpengalaman yang menggunakan dompet kustodial.
Investor crypto yang mengambil alih pengelolaan aset mereka sendiri harus selalu mematuhi praktik keamanan terbaik, seperti menggunakan kata sandi yang kompleks dan mengaktifkan otentikasi dua faktor jika tersedia.
Banyak dompet non-kustodial yang dirancang untuk pemula. Namun, memindahkan crypto dari exchange ke dompet ini menjadi tantangan baru bagi mereka. Bagi kebanyakan orang, lebih mudah dan mungkin lebih aman untuk menyimpan crypto mereka di exchange.
Komentar