Cek Kesehatan Gratis Sasar 740.000 Siswa di Bali
Diluncurkan di SMKN 2 Denpasar
DENPASAR, NusaBali - Pemerintah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di Provinsi Bali di SMKN 2 Denpasar, Jalan Sidakarya Denpasar, Rabu (13/8).
CKG sekolah di Bali akan menyasar 740.000 siswa hingga akhir tahun. CKG Sekolah adalah program CKG yang ditujukan untuk anak usia sekolah (7-17 tahun). Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada siswa, membangun kebiasaan hidup sehat, dan mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Peluncuran CKG Sekolah di SMKN 2 Denpasar turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Eko Dono Indarto, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom MKes.
“Kami ingin mengetahui bahwa program pemerintah berjalan baik di daerah, apa potensi yang menghambat pencapaiannya,” ujar Eko Dono Indarto. Program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan pemerintah diharapkan bisa memberikan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia. Pemeriksaan kesehatan ini akan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya.
CKG akan dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan, yaitu CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita. Dokter Anom menyampaikan CKG Sekolah disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa dan mencakup berbagai aspek kesehatan. Pemeriksaan dilakukan di sekolah-sekolah, dengan pendekatan jemput bola untuk menjangkau seluruh siswa.
Pemeriksaan CKG di SMKN 2 Denpasar hanya menyasar seluruh siswa kelas X yang berjumlah 292 orang. Hal ini disebabkan siswa kelas XI dan XII telah terlebih dahulu mengikuti program serupa CKG. Seluruh proses skrining kesehatan dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas I Denpasar Selatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan dukungan peralatan dan prosedur sesuai standar pelayanan kesehatan sekolah. Adapun 17 jenis skrining kesehatan yang dilaksanakan pada siswa meliputi Status Gizi, Merokok, Tingkat Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Gula Darah, Tuberkulosis, Talasemia, Anemia, Telinga, Mata, Gigi, Jiwa, Hati (Hepatitis B dan C), Kesehatan Reproduksi, Malaria (endemis), Kusta (endemis), dan Skabies.
“Pemeriksaan CKG Anak Sekolah akan terus dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Bali dengan melibatkan lintas sektor, tenaga medis terlatih, dan dukungan dari sekolah-sekolah untuk menjangkau seluruh anak usia sekolah, baik yang memperoleh pendidikan formal maupun yang tidak memperoleh pendidikan formal,” jelas dr Anom. Sementara itu Kadisdikpora Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mewakili Gubernur Bali, menegaskan pentingnya skrining kesehatan bagi siswa sejak dini. “Kesehatan adalah fondasi penting bagi generasi muda kita. Melalui CKG, siswa mendapatkan kesempatan untuk skrining kesehatan sejak dini, sehingga dapat belajar dan berkembang secara optimal,” ujar Ngurah Boy saat membacakan sambutan Gubernur Bali.
Program CKG Sekolah sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang menekankan kesejahteraan masyarakat, termasuk generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Quick Win Presiden RI Terpilih 2024–2029 dalam bidang kesehatan masyarakat. Hingga 13 Agustus 2025, berdasarkan data dashboard sehatindonesiaku.kemkes.go.id, capaian kehadiran CKG di Provinsi Bali telah mencapai 53.406 orang dari target sasaran 4.433.262 orang. Angka ini menunjukkan komitmen kuat semua pihak dalam memastikan akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pelajar. 7 adi
Komentar