nusabali

BPBD Akan Tambah Sirene Tsunami

  • www.nusabali.com-bpbd-akan-tambah-sirene-tsunami
  • www.nusabali.com-bpbd-akan-tambah-sirene-tsunami

Tower peringatan tsunami yang sudah terpasang secara rutin berbunyi setiap tanggal 26, untuk memastikan alat masih berfungsi.

SINGARAJA, NusaBali
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng berencana akan menambah alat sirine peringatan dini gempa dan tsunami. Penambahan pemasangan alat deteksi dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja.

Enam titik pesisir utara Buleleng yang sudah dipetakan akan dipasangi Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS) portable. Yakni meliputi pesisir Desa/Kecamatan Banjar, Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Desa Tangguwisia, Lokapaksa, Banjarasem, dan Kalisada di Kecamatan Seririt.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Selasa (5/8) kemarin menerangkan, saat ini alat pendeteksi dini gempa dan tsunami sudah terpasang di Lapangan Seririt di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt, Buleleng. Tower peringatan tsunami yang sudah terpasang ini secara rutin berbunyi setiap tanggal 26, untuk memastikan alat masih berfungsi.

Ariadi menyebut edukasi dan latihan rutin digelar  untuk masyarakat. Upaya ini untuk meminimalisir kepanikan saat bencana datang. “Kepanikan justru yang sering memicu jatuhnya korban. Karena itu, kami terus mendorong edukasi, simulasi, dan pembentukan kader siaga di masyarakat,” kata Ariadi.

Selama ini alat pendeteksi dini tsunami ini masih dikendalikan oleh BPBD Provinsi Bali. Alat pada tower peringatan terkoneksi dengan Warning Receiver System (WRS)  yang terhubung langsung ke server Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Jika terjadi potensi gempa dan tsunami data akan diterima BPBD Provinsi Bali untuk mengaktifkan sirine kalau memang berpotensi tsunami.

“Alat ini sangat penting karena memberikan informasi real time tentang gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk koordinat, kekuatan, dan waktu kejadiannya. Jika gempa terjadi di wilayah Bali atau berpotensi tsunami, maka informasi akan diteruskan secara cepat oleh BPBD Provinsi Bali ke sistem sirine tsunami yang berada di Seririt,” ungkap Ariadi.

Sementara itu, dengan kompleksitas potensi bencana yang dimiliki Buleleng, BPBD Buleleng juga telah memasang sejumlah peralatan deteksi dan monitoring gempa serta tsunami di beberapa desa yang memiliki potensi bencana tinggi di Kabupaten Buleleng. Seperti seismometer, intensity meter, realshake dan tsunami gauge alat pemantau perubahan permukaan laut yang berfungsi mendeteksi potensi terjadinya tsunami lebih dini. Seluruh alat canggih ini diharapkan dapat mengurangi resiko jatuhnya korban jiwa saat bencana terjadi.7 k23

Komentar