Pemkab Gianyar Targetkan Kurangi Kemacetan di Ubud
Bale banjar yang akan dibongkar merupakan bangunan lama seluas sekitar satu are, saat ini difungsikan sebagai kontrakan ruko.
GIANYAR, NusaBali
Mengurai kemacetan di kawasan Kecamatan Ubud, Gianyar, khususnya di simpang tiga Patung Arjuna, Pemkab Gianyar akan melakukan pelebaran jalan di Jalan Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud. Jalur ini merupakan akses alternatif menuju Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. Pelebaran jalan rencananya selebar 3-4 meter disertai pembongkaran sejumlah bangunan, termasuk Bale Banjar Ambengan.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan, kemacetan di Ubud tidak bisa disalahkan hanya pada satu sektor. Kondisi jalan yang sempit dan pertumbuhan kendaraan yang sangat cepat turut menjadi penyebab utama. “Kondisi jalan kita kecil. Sementara terjadi peningkatan kendaraan. Walaupun pelebaran ini tidak bisa mengurangi 100 persen kemacetan, tapi bisa 10 sampai 30 persen,” ujar Mahayastra saat ditemui usai Rapat Paripurna Penetapan Perubahan APBD 2025 di Kantor DPRD Gianyar, Senin (28/7).
Rumah warga dan Bale Banjar Ambengan terdampak dengan pelebaran jalan ini. Bangunan rumah warga dan bale banjar akan dibongkar untuk pelebaran jalan. Setelah pelebaran jalan rampung, akan dibuka menjadi dua arah agar arus lalu lintas lebih lancar. Selain di Jalan Ambengan, pelebaran jalan juga akan dilakukan di sejumlah simpang strategis lainnya di kawasan Ubud. Terkait pembongkaran Bale Banjar Ambengan, Bupati Mahayastra memastikan akan mendirikan bangunan pengganti di sebelah utara, di lahan milik Pemkab Gianyar. “Sekarang sudah masuk tahap appraisal dan pembayaran. Begitu rampung, langsung kita kerjakan,” ujarnya. Pembebasan lahan dengan anggaran puluhan miliar rupiah.
Kelian Banjar Ambengan, Ida Bagus Putu Erawantara, mengatakan telah menerima sosialisasi rencana pembongkaran bale banjar. Pada prinsipnya, masyarakat sudah sepakat. Bale banjar yang akan dibongkar merupakan bangunan lama seluas sekitar satu are, saat ini difungsikan sebagai kontrakan ruko. “Kami sudah punya bale banjar baru. Jadi yang digusur ini hanya bangunan lama. Intinya, masyarakat kami mendukung program pelebaran jalan ini,” tegas Erawantara. 7 wan
Komentar