nusabali

Ketua PAMI Bali Juara Anyer Run

  • www.nusabali.com-ketua-pami-bali-juara-anyer-run

JAKARTA, NusaBali - Ketua Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Bali, Osias Kamlase meraih juara pertama Anyer Run 2025 kategori Master B 5 km yang berlangsung di Palem Beach, Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten 2025 pada Sabtu (26/7). Dia menempati podium pertama dengan catatan waktu 17 menit 25,49 detik. Waktunya terpaut jauh dengan juara kedua dan ketiga.

"Juara kedua ditempati peserta dari Tangerang (Banten) dengan waktu 20 menit 15,10 detik. Juara ketiga diraih peserta dari Bekasi (Jawa Barat) dengan catatan waktunya 20 menit 40,55 detik," ujar Osias kepada NusaBali dalam perjalanan pulang ke Bali melalui darat usai pertandingan.

Osias merasa bersyukur meraih juara pertama. Lantaran prestasi yang dia capai, setidaknya membayar perjuangan dia untuk menuju lokasi pertandingan. Diketahui, Osias menempuh jalur darat. Dari Bali dia ke Banyuwangi terlebih dahulu.

Selanjutnya, menyambung perjalanan menggunakan kereta api menuju Jogjakarta. Lalu ke Jakarta menggunakan kereta api kembali. Dari Jakarta, dia menggunakan bus ke Serang. Meski perjalanan cukup melelahkan, Osias tetap optimis mengikuti kompetisi tersebut.

Namun, saat tiba di lokasi dia sangat menyayangkan terkait pembagian nomor dada peserta yang tidak dibagikan sehari sebelum kompetisi. Justru, pembagian dilaksanakan pada hari H-nya. "Ini membuat saya tidak tenang. Saya juga tidak bisa tidur, karena biasanya nomor dada dibagikan minimal sehari sebelum acara," jelas Osias.

Osias juga kecewa dengan start yang waktunya molor. Berdasarkan informasi pendaftaran, seharusnya jam 06.00 WIB sudah mulai. "Ini baru mulai jam 07.00 WIB, sehingga kondisi sudah mulai panas," terang Osias. Belum lagi, sepanjang rute yang dilintasi tidak ada petugas yang menjaga.

Alhasil, banyak mobil dan motor melintas sehingga mengganggu perjalanan peserta lari. Osias pun, merasa terganggu dengan kondisi itu. Lantaran kendaraan yang melintas membuat ruang geraknya terhambat. Beruntung, sejak awal kecepatan lari Osias sudah dipacu.

"Lawan-lawan saya pun, tertinggal jauh. Dalam lari 5 km memang faktor kecepatan menentukan. Untuk itu, di start saya percepat larinya," papar Osias. Osias mengatakan, dalam informasi pendaftaran peserta terbagi dalam kategori master umum A untuk usia 40-55 dan B untuk 56 ke atas.

Namun, ketika perlombaan ada perubahan. Kategori tersebut disatukan. "Peserta banyak yang protes, akhirnya kategori dipisah kembali. Jika disatukan, saya berada di posisi ke empat. Pas dipisah, ternyata saya meraih juara pertama. Untuk itu, saya bersyukur atas perolehan prestasi ini," ucap pria yang memperkuat Tim Indonesia di SEA Games 1991 Manila, Filipina ini. 7 k22

Komentar