Denpasar Mundur dari Cabor Beach Soccer
Langkah tegas ini diambil karena adanya indikasi tim daerah Badung yang menggunakan atlet luar Bali yaitu atlet Divisi III Nasional yang beranggotakan full tim.
DENPASAR, NusaBali
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Denpasar secara resmi menyatakan mundur dari keikutsertaan kontingen Denpasar pada Cabang Olahraga (Cabor) Beach Soccer. Langkah tegas ini diambil karena adanya indikasi tim daerah Badung yang menggunakan atlet luar Bali yaitu atlet Divisi III Nasional yang beranggotakan full tim.
Ketua KONI Kota Denpasar, Putu Yudiatmika menerangkan, keputusan memilih mundur dari cabor Beach Soccer di Porprov Bali 2025 ini karena adanya perbedaan antara pemain yang dipersiapkan oleh pihaknya dengan daerah lain yang notabene memakai atlet nasional.
Maka, mundur dari cabor merupakan hal yang tepat. "Karena tidak ada gunanya kita ikut di sana (Beach Soccer,red). Buat apa ribet-ribet ikut, toh hasilnya sudah kita ketahui. Pasti tim nasional ini yang menang," tegasnya, Jumat (25/7).
Ibarat kata, pada Porprov Bali mendatang nanti tim nasional melawan tim tarkam. Sehingga, Yudiatmika berkoordinasi dengan Pengkot Cabor Beach Soccer untuk tidak mengikuti itu dan ditindaklanjuti dengan mengirimkan permohonan ke KONI Bali. "Kami mundur dari Beach Soccer di Porprov Bali. Karena disinyalir 8 orang atlet dari luar yang membela salah satu daerah. Atlet kami sudah tidak mau bertanding karena lawan divisi III. Ya, kami sudah kirim pengunduran diri untuk Beach Soccer ke tim keabsahan KONI Bali," sebutnya.
Dia merinci kalau kontingen Denpasar pada Porprov Bali tahun 2022 silam menjadi juara umum dan meraih emas. Meski disadari hanya satu emas yang diperebutkan, namun Beach Soccer merupakan olahraga favorit seperti futsal dan sepak bola.
Yudiatmika menilai mendingan mundur dari kontestasi daripada mengikuti event yang tidak riil. "Emas memang cuman satu di cabor itu. Tapi, gaungnya itu cukup besar. Padahal sebelumnya kita juara dan dapat emas. Melihat situasi sekarang, tidak ada gunanya bertanding," sindirnya.
Dia menyebut, dengan penggunaan atlet luar dengan kekuatan full tim, maka sudah dipastikan tidak ada pembinaan untuk daerah. Kedepan, sudah pasti tidak akan ada prestasi yang bisa diberikan dan dibanggakan masyarakat Bali. KONI Denpasar, sebut dia, selalu komitmen menggunakan atlet asli daerah, karena pihaknya akan memberikan contoh nyata kepada daerah lainnya dalam membina atlet lokal. "Kalau caranya begini, artinya tidak ada prestasi dalam pembinaan. Kami komitmen atlet lokal. Lebih baik undur daripada ikut hanya formalitas, kecuali ada perubahan dan tim KONI Bali yang mengevaluasi," paparnya.
Wakil Ketua II KONI Badung, Ketut Widia Astika berdalih kalau Badung menjunjung tinggi prinsip sportivitas. Porprov Bali bukan hanya demi medali, tapi lebih dari itu adalah pembinaan kepada generasi muda dan para atlit untuk meraih prestasi dan cita-cita serta harapan mereka di bidang olahraga. "Yang jelas, para atlit Badung sudah menunjukkan prestasi mereka untuk mengharumkan nama Bali di hajatan PON dengan mempersembahkan Medali Emas di berbagai cabor. Ini salah satu wujud nyata hasil pembinaan atlit di Badung," kilahnya. 7 dar
1
Komentar