nusabali

Perbaikan Tebing Pura Luhur Uluwatu Dilanjutkan

  • www.nusabali.com-perbaikan-tebing-pura-luhur-uluwatu-dilanjutkan

MANGUPURA, NusaBali - Penanganan tebing retak di Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung kini kembali dilanjutkan.

Pengerjaan kali ini adalah perbaikan struktur retakan tebing terutama di sisi selatan, serta perbaikan struktur bawah pada tanjung yang menjadi lokasi mulang pakelem.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, Anak Agung Rama Putra, mengatakan revetment dan struktur yang telah dibangun sebelumnya dalam kondisi sangat baik. “Sekarang kondisi revertment dan pengerjaan sebelumnya tidak ada yang rusak, masih sangat bagus. Penanganan keretakan ini belum finish sebelumnya. Proyek kemarin hanya untuk meredam dan mereduksi saja, finish-nya kan belum kalau sampai bawah di Batu Metandal,” ungkapnya, Jumat (25/7).

Saat ini, sekitar 15 pekerja dari pihak penyedia jasa saja yang masih bekerja di lapangan. Pekerjaan tambahan ini tetap berada di bawah tanggung jawab penyedia, karena masa pemeliharaan proyek yang berlangsung selama dua tahun. “Yang bekerja sekarang paling 15 orang. Masih dari pihak penyedia, karena pemeliharannya dua tahun,” lanjut Gung Rama.

Beberapa pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini yaitu, perbaikan struktur retak tebing sisi selatan, perbaikan struktur bawah pada tanjung serta pekerjaan struktur untuk jalan akses sarana upacara ngaturan pakelem di bagian bawah posisi tanjung. Selain itu juga dilakukan pekerjaan penataan kawasan Pura Uluwatu dan pekerjaan pengamanan Pantai Pura Uluwatu.

“Langkah yang kami lakukan sekarang fokus untuk menambal dahulu tebing yang retak di sisi kiri dan pelataran upakara pakelem di tanjung bagian bawah. Nanti baru masuk ke Batu Metandal. Jalan aksesnya juga belum final, alat berat masih masuk membawa material ke bawah,” jelas Gung Rama.

Adapun tantangan terbesar dalam pekerjaan lanjutan ini adalah kondisi arus laut dan gelombang tinggi di pantai selatan. “Tantangannya karena arus pantai selatan sangat kuat. Sekarang gelombang tinggi bahkan sampai menyentuh revetment. Makanya untuk penanganan di bawah belum bisa dipaksakan, kasihan rekanan kalau harus memaksa di cuaca seperti ini,” katanya.

Dia memastikan pekerjaan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kondisi cuaca dan ketersediaan anggaran. Pekerjaan lanjutan termasuk pembangunan revetment hingga Batu Metandal direncanakan masuk di anggaran induk 2026. “Untuk revetment lanjut lagi, mungkin di 2026 sampai Batu Metandal,” imbuh Gung Rama. 7 ol3

Komentar