nusabali

Masih Ada Indikasi Mutasi Atlet Tidak Wajar

  • www.nusabali.com-masih-ada-indikasi-mutasi-atlet-tidak-wajar

DENPASAR, NusaBali - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Denpasar mengendus masih adanya mutasi atlet tidak wajar yang akan membela Badung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali pada September mendatang. Bahkan, ada kurang lebih 5 cabor yang diperkirakan masih memanfaatkan atlet luar daerah.

Ketua KONI Denpasar, Putu Yudiatmika menjelaskan dari pantauan timnya, beberapa cabor itu mulai dari Beach Soccer, Tinju, Catur/Catur Gajah dan Bridge. Bahkan, untuk keterlibatan atlet luar ini sampai satu tim. Adanya temuan itu, Yudiatmika akan terus berkoordinasi lebih jauh dengan KONI Bali. "Kami melihat masih ada atletnya yang kurang beres dalam proses mutasi. Ya, sekitar lima cabor itu terindikasi memanfaatkan atlet luar," tegasnya, Kamis (24/7)

Dia menjelaskan, untuk Beach Soccer ada 8 atlet yang notabene berasal dari divisi III Nasional. Dengan temuan itu, dia pun mengancam tarik diri untuk ikut di Cabor tersebut. Karena, Yudiatmika menilai sudah tidak sesuai dengan tujuan dari penyelenggaraan event Porprov Bali. "Bagaimana bisa tim kita bertanding dengan tim divisi III. Saya terus berkonsultasi dengan tim Hukum dan Etika kami. Ya, ini untuk menentukan langkah ke depannya," sebut Yudiatmika.

Yudiatmika berharap, KONI Bali yang memiliki kewenangan dan selaku penyelenggara Porprov Bali harus adil melihat situasi ini. Karena, tujuan dari Porprov Bali ini untuk menjaring bibit - bibit atlet potensial dan mempersiapkannya ke multi event PON 2028. "Muaranya ke sana semua. Inilah saatnya menggunakan semua atlet asli daerah Bali. Jangan hanya mengejar medali, tapi mengesampingkan tujuan besar dari Porprov Bali itu sendiri," tegasnya.

Dilanjutkannya, Pemerintah Bali melalui KONI Bali menggelar event dua tahunan ini dengan anggaran yang cukup besar. Maka, Yudiatmika berharap semua KONI di daerah juga memanfaatkan peluang ini untuk mengangkat prestasi atlet asli daerah, bukan semata mengejar prestasi sesaat dengan menggunakan atlet luar. "Kalau atlet luar Bali, tentu hanya akan meraih prestasi sesaat saja di Porprov Bali. Karena setelah itu mereka akan kembali ke daerah asal. Nah, pengembangan di Bali bagaimana? Padahal, momentum Porprov inilah untuk menjaring atlet menuju event bergengsi lainnya nanti. Ini yang saya sangat sayangkan dan saya harap KONI Bali melihat kondisi ini, utamanya terkait mutasi atlet," harapnya.

Dikonfirmasi terkait adanya indikasi atlet dari cabor lain yang menyalahi aturan mutasi, Wakil Ketua II KONI Badung, Ketut Widia Astika enggan menjawab lebih jauh. Namun, terkait penarikan 6 atlet cabor angkat berat, memang sudah menarik atletnya sebelum sidang Dewan Hakim Panpel Porprov Bali pada tanggal 22 Juli. "Kami sudah menarik 6 atlet kami dari keikutsertaan di Porprov Bali. Itu dilakukan sebelumnya, atau tanggal 21 Juli," kilahnya.

Sementara Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan mengaku kalau proses mutasi atlet yang dilakukan saat ini sudah berjalan sesuai dengan prosedur. Yang mana, atlet bisa dimutasi kapan saja dan berhak memperoleh KTA KONI Bali. Namun, untuk yang mengikuti Porprov Bali harus menjalani proses mutasi setahun sebelum event. "Sejauh ini sudah berjalan sesuai koridor, termasuk pemberian KTA. Untuk yang turun di Porprov, itu sudah tidak bisa dilakukan kurang dari setahun," tegasnya. 7 dar

Komentar