nusabali

Menpora-Raffi Ahmad Hadiri Groundbreaking Creative Space KMHDI

  • www.nusabali.com-menpora-raffi-ahmad-hadiri-groundbreaking-creative-space-kmhdi

JAKARTA, NusaBali - Sejumlah tokoh menghadiri Ground Breaking Creative Space KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia) di Perumahan Jatinegara Baru, Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Kamis (10/7).

Bahkan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo juga hadir.

Menpora Dito memberikan apresiasi kepada KMHDI yang membangun Creative Space tersebut. Dia pun menceritakan dirinya pernah membangun Creative Space ketika menjadi Ketum AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) pada 2017 lalu, sehingga organisasi itu memiliki kantor-kantor di daerah sampai pusat. Menpora Dito berharap, bila Creative Space KMHDI telah dibangun tidak hanya membicarakan masalah politik saja. 

"Melainkan membahas semua sektor dan topik. Saya yakin dengan adanya Creative Space ini, dari sektor kreatif, keilmuan, akademisi, keagamaan bisa dikelola KMHDI," ujar Menpora Dito saat memberikan sambutan. KMHDI, lanjut Menpora Dito, juga bisa memastikan pengkaderan dan development generasi muda Hindu semakin maju. Untuk itu, dia memuji KMHDI yang mampu membangun Creative Space. Lantaran itu, sesuai dengan konsep yang diharapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada organisasi kepemudaan Cipayung Plus. "KMHDI bisa memahami masukan saya. Ini yang kami harapkan. Apalagi KMHDI lahir dengan sejarah yang panjang, tapi mau melakukan transformasi dan menjadikan organisasi yang relevan dengan saat ini. Saya yakin kebangkitan generasi muda bisa dimulai dari KMHDI," kata pria yang juga politisi Partai Golkar ini.

Dalam kesempatan itu, Menpora Dito juga memberikan apresiasi kepada Forum Alumni KMHDI. Sebab, mereka memiliki kepedulian tinggi. Mereka juga mau mengambil risiko dan tanggung jawab berat untuk adik-adiknya. Diketahui, Ketua Panitia Pembangunan Creative Space KMHDI adalah Made Sukaryawan yang berasal dari Forum Alumni KMHDI. 

Sementara Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad mengatakan Creative Space sangat bermanfaat dan menjadi salah satu tempat yang dibutuhkan anak-anak muda. Untuk itu, Creative Space memegang peranan penting untuk kualitas generasi muda. Lantaran di sana, mereka bisa bertukar pikiran, belajar komunikasi dan menyalurkan kreativitas. "Untuk itu, saya mengapresiasi pembangunan ini. Yang pasti kami mendukung Creative Space KMHDI ini dan bapak presiden juga menitipkan salam. Semoga Creative Space ini tidak hanya sebagi gedung, tapi pusat pergerakan dan kreatifitas anak muda," jelas Raffi. 

Selain Menpora Dito dan Raffi Ahmad, tokoh lain yang hadir adalah Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI I Nengah Duija, Anggota Komisi Informasi Pusat Gede Narayana, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia I Made Sunarsa dan pengusaha oleh-oleh Bali Ajik Krisna.

Ketum PP KMHDI I Wayan Darmawan mengatakan, pembangunan Creative Space terinspirasi karena tidak ada tempat tinggal representatif bagi mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha mewujudkannya dengan cara gotong royong mengumpulkan dana untuk membangun Creative Space KMHDI melalui gerakan 1000 KMHDI pada 2017 lalu. "Di usia 32 tahun KMHDI saat ini, kami mewujudkannya. Kami membeli sebidang tanah seluas 215 meter dengan harga Rp1,6 miliar. Kini, kami melaksanakan groundbreaking sehingga impian itu sudah tampak dan menjadi nyata," ucap Mantan Ketua PD KMHDI Sumatera Selatan ini. Pembangunan ditargetkan selesai satu tahun. Pembangunan dan fasilitas pendukung lainnya diperkirakan memakan biaya sekitar Rp5 miliar. Pembiayaan dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak. 

Ketua Panitia Pembangunan Creative Space KMHDI, Made Sukaryawan menjelaskan, Creative Space dibangun empat lantai. Lantai dasar untuk sosialisasi dan enterpreneur seperti coffe shop sehingga kader KMHDI bisa belajar menata diri dengan membuka usaha. Lantai dua, digunakan sebagai tempat kreativitas. 

"Bisa digunakan sebagai tempat podcast, tempat rapat atau diskusi," papar Made Sukaryawan. Lantai tiga digunakan sebagai asrama. Direncanakan dibangun lima kamar. Satu kamar dapat diisi dua orang. "Kader KMHDI dari daerah-daerah yang datang ke Jakarta bisa mampir ke mari," papar Made Sukaryawan. Lantai empat dibangun wantilan yang dapat menjadi tempat kreasi serta belajar seni dan budaya. "Di ujungnya, kami siapkan Padmasana untuk mensyukuri nikmat yang ada dengan sembahyang di sana. Itu, cita-cita kami selama 32 tahun. Semoga tuhan merestui," ucap Made Sukaryawan. 7 k22

Komentar