Kunto Aji Ditantang Musisi Bali Bikin Lagu Kritik Lingkungan
DENPASAR, NusaBali.com - Tahun ini, Kunto Aji akan merambah nuansa lagu yang berbeda—lagu kritik. Bukan kritik sosial dan kesehatan mental yang pernah Aji lakukan, melainkan menguliti isu lingkungan. Sesuatu yang belum pernah ia jamah.
Pendengar sudah biasa mendengar Kunto Aji berdendang dengan romansa slow pop. Naik dengan ‘Sudah Terlalu Lama Sendiri’ dalam album Generation Y (2015) dan mulai lebih eksploratif dengan kritik sosial di album ‘Mantra Mantra’ (2018).
Keputusan Aji merambah lagu kritik lingkungan bukanlah ujug-ujug. Sebab, ia ditantang musisi Bali yakni I Gede Robi—vokalis Navicula—untuk menulis lagu yang mengarah ke aktivisme musik ini.
“Kalau ditanya mau nulis (isu lingkungan tentang) apa, saya masih bingung. Karena banyak banget yang penting dan perlu disuarakan,” tutur Aji ketika ditemui di Denpasar, Jumat (27/6/2025) malam.
Kata Aji, pasca merilis lagu kritik lingkungan ini nanti mungkin jadi babak baru baginya dalam bermusik. Sebab, isu lingkungan mungkin akan banyak disuarakannya baik itu melalui karya musik maupun medium lain.
Tantangan yang diberikan Robi Navicula kepada Kunto Aji tidak datang tiba-tiba. Aji adalah satu dari 15 musisi/seniman yang bergabung dalam lokakarya jilid tiga The Indonesian Climate Communications, Arts and Music Lab (IKLIM). Forum ini didirikan Robi dan beberapa pihak lain tahun 2023 silam.
Aji bersama 14 musisi lain digembleng oleh pakar, aktivis, dan praktisi di bidang isu-isu lingkungan di Ubud, Bali. Mereka ‘didoktrin’ selama 9 jam per hari selama lima hari penuh untuk membuka cakrawala mengenai situasi dan kondisi kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.
Berbekal ilmu yang didapat selama lokakarya. Para musisi yang terlibat dalam lokakarya, termasuk Aji ditantang menggarap lagu kritik lingkungan sesuai gaya dan sudut pandang masing-masing.
“Misinya itu bukan tentang lagunya, tetapi apa yang masuk dari isu-isu yang dipelajari itu dilakukan dan ditularkan ke pendengar menjadi sebuah jalan kehidupan,” beber Kunto Aji.
Menarik dinantikan, syair-syair bernada kritik lingkungan keluar dari lantunan suara musisi jebolan Indonesian Idol Season 5 ini. Track yang dihasil Aji akan dirilis 1 November 2025 ini dalam bentuk album kompilasi bersama track dari 14 musisi lainnya.
Album tersebut jadi bagian dari kampanye internasional No Music On A Dead Planet (tidak ada musik di planet yang mati). Gerakan global ini diinisiasi Music Declares Emergency yang didukung sejumlah musisi dunia seperti Billie Ellish, Massive Attack, dan Tame Impala. *rat
Komentar