nusabali

Fraksi Gerindra Tabanan Sayangkan Pernyataan Perbekel Baturiti

  • www.nusabali.com-fraksi-gerindra-tabanan-sayangkan-pernyataan-perbekel-baturiti

TABANAN, NusaBali - Fraksi Gerindra DPRD Tabanan menyayangkan pernyataan viral Perbekel Baturiti Kecamatan Kerambitan I Made Suryana. Pernyataan tersebut dinilai memecah belah masyarakat padahal perhelatan Pilkada Serentak 2024 sudah selesai.

Ketua Fraksi Gerindra sekaligus anggota DPRD Tabanan, Ni Nengah Sri Labantari menegaskan seorang perbekel harusnya mengayomi semua lapisan masyarakat dengan tidak membeda - bedakan pilihan politiknya. “Apalagi perhelatan Pilkada Tabanan sudah selesai. Perbekel dipilih oleh rakyat, jangan sampai mengayomi satu golongan saja," ujar Sri Labantari, Minggu (8/6). 

Menurut Labantari, seorang perbekel harus paham tentang Undang-Undang tentang Desa. Salah satu pointnya perbekel tidak boleh berpolitik praktis. "Jadi pernyataan sampai viral ini sangat kita sayangkan. Karena sudah melanggar aturan," tandas politisi asal Banjar Anyar, Kecamatan Kediri ini. 

Hal senada juga disampaikan kader Gerindra sekaligus anggota DPRD Tabanan I Nyoman Gede Andika. Dia menyayangkan, kalau benar ada kepala desa yang mengancam tidak akan memberikan pelayanan kepada warga hanya karena beda pilihan politik. “Pemilu sudah selesai, sekarang tugas kita semua adalah melayani masyarakat tanpa pilih kasih,” tegas Andika.

“Kepala desa itu dipilih untuk melayani semua warga, bukan hanya pendukung partai tertentu. Kalau ada tindakan diskriminatif atau intimidatif seperti itu, bisa masuk pelanggaran hukum, baik pidana maupun administratif," imbuhnya.

Untuk itu sebagai anggota DPRD Tabanan dari Fraksi Gerindra dia pun mendorong warga untuk berani melapor ke Bupati, Inspektorat, atau bahkan kepolisian kalau ada ancaman atau penolakan layanan. "Kami siap mengawal. Kami tidak ingin jabatan perbekel dijadikan alat politik. Demokrasi yang sehat harus dijaga sampai ke tingkat paling bawah. Siapapun warga negara, punya hak yang sama untuk dilayani dengan adil," ujar Andika. des

Komentar