Dua Rumah Warga Rusak, Hujan Deras dan Angin Kencang
BPBD Buleleng mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi longsor, banjir, dan kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem.
SINGARAJA, NusaBali
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng sejak Sabtu (24/5) malam hingga Minggu (25/5) pagi menimbulkan bencana. Tercatat ada dua insiden kerusakan rumah warga di dua lokasi berbeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menyebutkan, kejadian ini terjadi akibat hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Musibah pertama terjadi sekitar pukul 04.00 Wita di Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Senderan halaman rumah milik I Ketut Asta Dharmadi jebol akibat tak mampu menahan tekanan air hujan yang deras. Senderan tersebut memiliki tinggi sekitar 2 meter dan panjang 10 meter.
Menerima laporan bencana itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 1 langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen. Hasilnya, BPBD menyatakan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk mencegah gerusan air yang berpotensi meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyampaikan, petugas BPBD telah mendatangi lokasi terdampak bencana. Kerusakan yang diakibatkan mengancam stabilitas rumah di bagian belakang. "Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 20 juta," ujarnya kemarin siang.
Sementara itu, kejadian lain terjadi hanya berselang sekitar setengah jam kemudian, pukul 04.30 Wita, di wilayah perkotaan tepatnya di Jalan Gunung Agung, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng,. Dua kamar rumah milik warga setempat mengalami kerusakan parah setelah atap genteng rumah berukuran 3 meter x 4 meter tersebut jebol diterjang angin kencang dan hujan deras.
Jebolnya atap tersebut sempat menimpa salah satu warga lansia yang mendiami rumah. “Total kerugian akibat kerusakan ini ditaksir mencapai Rp 50 juta. Penghuni rumah selamat, dan saat ini sedang oami daya,” kata Ariadi Pribadi.
Pihak BPBD Buleleng mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi longsor, banjir, dan kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem. Ia menyatakan terus siaga dan siap merespons laporan warga.7 mzk
Komentar