Tahun 2025, Wantilan Pura Kiduling Kerteg Diperbaiki
Pura Kiduling Kerteg Besakih
Wantilan
DAU (dana alokasi umum)
Pemkab Karangasem
Mantan Bupati Karangasem
I Wayan Geredeg
AMLAPURA, NusaBali - Penarikan DAU (Dana Alokasi Umum) untuk Pemkab Karangasem oleh pemerintah pusat, Rp 21 miliar, tidak berdampak untuk perbaikan Pura Kiduling Kreteg Besakih. Tahun 2025, perbaikan beberapa bangunan ini dianggarkan Rp 1,8 miliar.
"Perbaikan wantilan, dan penataan lainnya, untuk di Pura Kiduling Kreteg Besakih akhirnya bisa berlangsung. Karena tidak kena efisiensi anggaran," jelas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Karangasem I Ketut Prama Budarta, di ruang kerjanya, Jalan Nenas Amlapura, Kamis (1/5).
Kata dia, jika difokuskan untuk membangun ulang wantilan, maka dananya melebihi. Oleh karena itu, dana ini bisa digunakan untuk penataan tembok, candi bentar, dan yang lain. "Jika seluruh penataan di Pura Kiduling Kreteg Besakih tuntas, maka tunggu anggaran berikutnya tahun 2027. Sebab tidak boleh berturut-turut mengeluarkan anggaran di satu objek," tambahnya.
Jelas Prama, khusus wantilan telah lama keropos. Rencananya akan dirobohkan untuk dibangun ulang sesuai kebutuhan. Tembok depan juga ditata karena keropos.
Sebagaimana diketahui, Pura Kiduling Kerteg merupakan salah satu Pura Catur Dala di Besakih, stana Ida Bhatara Brahma. Purta ini dengan pengempon Pemkab Karangasem. Piodalannya setiap Anggara Wage Dungulan, aci Penyeeb Brahma tiap Purnama Kanem, dan Ida Bhatara Turun Kabeh pada Purnama Kadasa.
Kondisi palinggih relatif masih baik, yakni 2 meru tumpang solas (sebelas), 1 meru tumpang tujuh, 2 meru tumpang lima, 2 meru tumpang tiga, ada Bale Pasamuan Agung, Bale Agung, Bale Pegat, bale pawedan, palinggih babaturan, bale tegeh, bale gong, bale gambang, candi bentar dan bale pesambiyangan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Karangasem Ni Made Laba Dwikarini menyukuri karena penataan pura ini bisa dilaksnakan.
"Syukur, tidak kena efisiensi anggaran untuk penataan," katanya.
Di bagian lain, mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan sejak awal dibangunnya wantilan, sempat protes dengan bentuk bangunan kurang sesuai dengan lingkungan pura. Disebutkan, bangunan wantilan itu mirip di klenteng. "Sebelum membangun wantilan itu, saya sempat protes, kenapa bentuknya begitu. Syukurlah, akan dilakukan penataan," katanya.
Wantilan itu, kata Geredeg, selayaknya dibongkar total dan dibangun ulang. Sejak dibangun, belum pernah ada perbaikan. Posisi Pura Kiduling Kreteg di ketinggian, berbatasan dengan jurang. Sebelumnya panyengker di bagian barat longsor. Setelah tembok dengan konstruksi beton sehingga aman dari longsor.7k16
Komentar