nusabali

Pohon Tumbang, Honda BR-V Ringsek

  • www.nusabali.com-pohon-tumbang-honda-br-v-ringsek
  • www.nusabali.com-pohon-tumbang-honda-br-v-ringsek

SINGARAJA, NusaBali - Jalan Sudirman Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng sempat tersendat dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Pohon jenis glodokan berdiameter kurang lebih 40 sentimeter tumbang akibat angin kencang yang berhembus Rabu (19/3) sekitar pukul 11.00 Wita. Apesnya satu unit mobil Honda BR-V DK 1034 OI yang sedang parkir di bawah pohon tertimpa hingga ringsek.

Peristiwa itu bermula saat angin kencang dan hujan gerimis menyapu hampir semua wilayah Buleleng. Sebelum pohon tumbang, tukang bangunan yang sedang bekerja mengaku sudah mendengar bunyi krepet-krepet. Dua orang tukang bangunan itu sempat berupaya menyelamatkan mobil dengan mendorong secara manual, namun tidak berhasil karena terkunci rem tangan.

“Pohonnya memang sudah miring, Tadi pas angin kencang sudah bunyi krepet-krepet. Saya mau kasih tahu yang punya saya cari-cari tidak ketemu. Kemudian coba didorong tidak bisa juga karena terkunci rem tangan,” kata Putu Bagia.

Kondisi tersebut membuat mobil milik Agus Priandana tidak dapat diselamatkan dan mengalami ringsek hampir setengah bodi kendaraan. Peristiwa itu pun membuat Jalan Sudirman sempat lumpuh dan baru dibuka kembali setelah penanganan dari Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, PLN, TNI, serta masyarakat setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Buleleng, Made Agus Hartika ditemui di lokasi sedikit menyesalkan kejadian pohon tumbang yang mengakibatkan kerugian material. Dia menyebut pemangkasan pohon beresiko tumbang di Jalan Sudirman sudah direncanakan sebelumnya. Hanya saja, peristiwa bencana datang lebih dahulu.

“Pemangkasan pohon di seputar kota termasuk di Jalan Sudirman ini sudah kami rencanakan. Terlebih nanti persiapan Nyepi Desa Adat Buleleng akan melakukan lomba ogoh-ogoh, namun sebelum jadwal sudah kejadian. Karena kami tadi juga bergerak di tiga titik, kami mohon permakluman masyarakat juga,” ucap Agus Hartika.

Dia pun tak memungkiri DLH Buleleng cukup keteteran melakukan penanganan pohon berisiko tumbang. Terlebih pada saat cuaca ekstrem yang terjadi sepekan ini. Keterbatasan alat dan tenaga menjadi kendala penanganan tidak dapat dilakukan lebih banyak dari yang sudah dijadwalkan.

“Kami sementara ini mengutamakan yang urgent dulu, terlepas dari bencana yang tidak bisa kita prediksi kapan terjadinya,” katanya.

Sementara itu pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras juga terjadi di wilayah Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng pada Rabu (19/3) pukul 05.30 wita. Pohon canging berdiameter 30 sentimeter itu menimpa warung milik Mulik Kurniawan dan rombong milik Maimunah. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 500 ribu.7 k23

Komentar