nusabali

Indra Piliang Setahun Pakai Shabu

  • www.nusabali.com-indra-piliang-setahun-pakai-shabu

Politisi Golkar, Indra Jaya Piliang, ditangkap polisi di tempat karaoke kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (13/9) malam, terkait kasus narkoba.

Politisi Golkar Ditangkap di Karakoe Terkait Narkoba


JAKARTA, NusaBali
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Indra Piliang positif narkoba. Terungkap, kader muda Beringin yang dikenal kritis dan idealis ini sudah setahun konsumsi barang haram jenis shabu.

Menurut Kabid Humas Polda metro Jata, Kombes Argo Yuwono, Indra Piliang ditangkap di tempat karaoke malam itu bersama dua rekannya, Romi Fernando dan M Ismail Jamani. Saat dilakukan penangkapan, polisi menyita satu set bong dan cangkong bekas pakai, serta satu plastik kosong. Namun, tidak ada barang bukti narkoba di lokasi penangkapan.

"Barang buktinya kan tidak ditemukan. Jadi, sekarang penyidik sedang mendala-mi," jelas Kombes Argo, Kamis (14/9). Meski tidak ditemukan barang bukti di lokasi, namun berdasarkan hasil tes urine, Indra Piliang serta dua rekannya di-nyatakan positif konsumsi narkoba. "Tes (urine) awal positif," katanya.

Kombes Argo menyebutkan, Indra Piliang diketahui sudah selama setahun meng-gunakan narkoba jenis shabu. "Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan sudah menggunakan narkotika jenis shabu selama setahun," jelas Kombes Argo sembari menyebut Indra Piliang dan dua rekannya hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya.

Indra Piliang sendiri mengaku baru pertama kali datang ke tempat karaoke di Taman Sari di mana dirinya ditangkap tersebut. Dia mengaku mendapatkan shabu dari seorang penyedia. Saat ini, polisi masih mengusut penyedia shabu untuk politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, kubu Golkar menyayangkan Indra Piliang ditangkap polisi karena kasus narkoba. "Kita sayangkan orang sekaliber Indra Piliang konsumsi narkoba yang jadi musuh bersama masyarakat. Harusnya, intelektual memberikan contoh yang baik," ujar Sekretaris Dewan Pakar Partai Golkar, Firman Soebagyo, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis kemarin.

Menurut Firman, Indra Piliang merupakan Anggota Dewan Pakar Golkar. Hanya saja, yang bersangkutan jarang terlibat aktif di partai. "Selama rapat akhir-akhir ini, dia (Indra) nggak pernah aktif," papar Firman.

Sedangkan petinggi Golkar lainnya, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat Indra Piliang. Menurut Bamsoet, Indra Pili-ang adalah sosok politisi muda yang potensial, memiliki idealisme tinggi, dan jadi idola di kalangan generasi muda Golkar.

"(Indra Piliang) anak muda yang memiliki idealisme tinggi dan menjadi idola di kalangan anak muda Golkar. Gagasan dan pemikirannya senantiasa mewarnai gerakan sosial Partai Golkar," ujar Ketua Komisi III DPR RI ini di Jakarta, Kamis kemarin.

Bamsoet menegaskan, Indra Piliang cuma korban salah pergaulan. "Saya yakin dia hanya menjadi korban pergaulan dan salah memilih teman. Tidak lebih," katanya. Bamsoet pun berharap polisi bisa menangani kasus Indra Piliang dengan bijaksana. Setelah proses hukum selesai, sesuai Undang-undang, Indra Piliang harus mendapatkan pembinaan dan rehabilitasi. "Saya yakin IJP (Indra Piliang) sebagai anak muda yang cerdas, segera menyadari kekeliruannya dan meninggalkan dunia kelam tersebut," tegas Bamsoet.

Paparan senada juga disampaikan Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon. Menurut Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini, pihaknya prihatin atas penangkapan Indra Piliang akibat kasus narkoba. Sebagai teman satu almamater di kampus, Fadli minta Indra Piliang direhabilitasi.

Fadli menceritakan, Indra Piliang adalah teman sekampusnya saat kuliah di UI dulu. "Kalau berita itu (penangkapan Indra Piliang, Red) benar, tentu saya prihatin sebagai kolega, kawan, meskipun beda partai. Kami sama-sama di UI dulu, satu angkatan, satu kampus, satu fakultas," beber Fadli.

Di mata Fadli, Indra Piliang adalah sosok yang cerdas. Dia pun berharap rekannya ini bisa kembali ke jalan yang benar setelah ditangkap polisi. "Yang saya tahu, dia adalah orang yang cerdas. Mudah-mudahan ini kekeliruan, kekhilafan, dan kalau benar perlu direhabilitasi."

Indra Piliang sendiri merupakan politisi muda Golkar kelahiran Pariaman, Sumatra Barat, 19 April 1972. Dia menamatkan kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra UI tahun 1997. Kemudian, diia melanjutkan studi ke Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UI hingga lulus tahun 2008.

Indra Piliang sempat bekerja sebagai editor tabloid Jurnal Reformasi dan Momen. Selanjutnya, dia bergabung ke PAN, partai yang didirikan Amien Rais. Dia partai ini, dia sempat duduk menjadi menjadi Staf Departemen Budaya DPP PAN.

Pada 2000, Indra Piliang bersama beberapa tokoh muda PAN memutuskan keluar dari partai ini. Indra Piliang kemudian menjadi peneliti di CSIS hingga tahun 2008 dan selama itu kerap diminta sebagai pembicara terkait isu otonomi daerah di berbagai talk show. Dia juga menulis artikel politik di beberapa media cetak nasional.

Pada 2013, Indra Piliang gabung ke Golkar. Dia pernah mencoba peruntungan dengan maju dalam Pilkada Kota Pariaman. Meski terdaftar sebagai kader Golkar, kala itu dia pilih maju tarung lewat jalur Independen. Sayang, langkahnya ke Pilkada Pariaman 2013 gagal. Dia pun kembali aktif menjadi politisi Golkar yang dikenal vokal.

Dalam Pilpres 2014, Indra bergabung dengan Dewan Pakar Jenggala Center dan Poros Indonesia Muda, yang mendukung duet Jokowi-Jusuf Kalla. Sukses menjadi salah satu bagian pengantar Jokowi-JK ke kursi Presiden-Wapres, tak membuat Indra Piliang ingin merapat ke lingkaran kekuasaan.

Namun, pada 2015 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bi-rokrasi (MenPAN-RB) kala itu Yuddy Chrisnandi mengangkat Indra Piliang sebagai Ketua Tim Ahli KemenPAN-RB. Keputusan itu sempat menimbulkan polemik, karena ada yang menilainya sebagai nepotis.

Sementara, saat Pilgub DKI 2017, Indra Pilliang mendukung pasangan Anies Ba-swedan-Sandiaga Uno. Dia kerap meng-counter isu-isu dari para buzzer politik di dunia maya. Indra juga aktif mengkampanyekan Anies-Sandi di dunia nyata dengan mendatangi kampung-kampung di Jakarta. Pada 3 Maret 2017, Indra Piliang mendeklarasikan 'Sang Gerilyawan Batavia' sebagai relawan pendukung Anies-Sandi. Meski menjadi pendukung, dia kala itu berjanji akan tetap kritis terhadap mereka. Ironisnya, hanya sebulan menjelang pelantikan Anies-Sandi, Indra Piliang yang menjabat 'Panglima Besar Sang Gerilyawan Batavia' justru ditangkap polisi. *

Komentar