nusabali

Koper Misterius Gegerkan Ubud

  • www.nusabali.com-koper-misterius-gegerkan-ubud

Temuan koper misterius kembali gegerkan warga Ubud, Gianyar.

GIANYAR, NusaBali
Sebuah koper warna biru dongker terongok di areal parkir sebuah cottages yang tidak beroperasi, Selasa (22/8) pukul 10.10 Wita. Setelah dicek, koper berwarna biru dongker ternyata kosong, tidak ada isinya. 

Koper itu kemudian diamankan di Mapolsek Ubud, dan polisi kini sedang mencari si penaruh koper mencurigakan itu. Informasi yang berhasil dihimpun, koper tak bertuan ini awalnya ditemukan oleh dua satpam hotel. Seperti biasa, setiap pagi satpam mengecek lokasi. Saat penyisiran lokasi, kedua satpam itu melihat ada koper misterius. Kebetulan lokasi penemuan koper itu di dekat hotel tempat satpam ini bekerja.

Kedua satpam itu kemudian melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian. Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 Wita, petugas dari Unit Intelkam, Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Ubud terjun ke lokasi. Petugas sempat melangsungkan steril lokasi dan mengamankan koper sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Hadimastika, hingga Selasa sore kemarin belum bisa memastikan siapa yang meletakkan koper misterus itu. “Yang naruh kami nggak tahu, itu tas (koper, Red) kosong,” ujar Hadimastika, kemarin. Karena belum menemukan siapa yang meletakkan tas itu, polisi belum bisa memastikan apa motifnya.

“Belum bisa memastikan, tapi itu tas sudah rusak, kemungkinan orang buang ke sana,” ujarnya. Dia menjelaskan, tas itu dibuang di bangunan hotel yang belum beroperasi. “Perkiraan kami, tas itu dibuang dengan tidak ada kesengajaan membuat takut,” jelasnya.

Hadimastika juga enggan membeberkan secara rinci kenapa ada orang yang meletakkan koper di lokasi tersebut. “Ini tidak ada hubungan dengan teror,” terangnya. Bahkan, menurut Hadimastika, saat koper ditemukan, beberapa masyarakat sengaja diberikan melihat. 

Disinggung mengenai prosedur pengamanan koper misterius itu, Hadimastika mengaku tidak melibatkan tim gegana Polda Bali. “Tas itu bolong, jadi kelihatan dari luar. Makanya langsung kami buka, lalu sekarang kami amankan di Polsek,” jelasnya.

Mengenai antisipasi masuknya paham radikal dan aksi terorisme, pihak Polsek mengaku setiap hari menggelar sidak penduduk pendatang (duktang). “Menyasar kos-kosan. Sementara bisa dibilang masih aman,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, kejadian serupa pernah terjadi di Ubud. Waktu itu, sebuah tas ransel berwarna hitam diletakkan di sebuah warung nasi di Jalan Raya Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud, Selasa, 20 Desember 2016. Saat diperiksa tim gegana, di dalam tas berisi rangkaian benda dan kabel. Hingga ini, si penaruh tas hitam yang sempat membuat resah itu belum ditemukan.*nvi

Komentar