nusabali

‘KIM Plus’ Mulai Bergerak di Tabanan

Jajaki Koalisi untuk Pilkada 2024

  • www.nusabali.com-kim-plus-mulai-bergerak-di-tabanan

TABANAN, NusaBali - Tujuh partai politik (Parpol) non PDIP di Tabanan sepakat lakukan penjajakan koalisi jelang Pilkada Tabanan 2024. Tujuh parpol tersebut adalah Gerindra, Golkar, PSI, PAN, NasDem, Demokrat dan Gelora.

Dari tujuh parpol tersebut hanya tiga yang memiliki kursi di DPRD Tabanan periode 2024-2029, yakni Golkar (4 kursi), Gerindra (4 kursi) dan Demokrat (1 kursi). Jika ditotal sebanyak 9 kursi dari 40 kursi DPRD Tabanan atau 22,50 persen. Jika kompak, koalisi ini bisa mengusung pasangan calon (Paslon) di Pilkada Tabanan 2024 untuk melawan PDI Perjuangan (PDIP) yang mendominasi kursi DPRD Tabanan, yakni 31 kursi (77,50 persen).

Penjajakan koalisi ini dilakukan dalam pertemuan pimpinan parpol di Restoran Dewi Sri Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, Minggu (19/5). Namun rancangan koalisi masih perlu disepakati karena masih ada sejumlah perbedaan pandangan.

Jika koalisi kompak dan solid mengusung calon, maka dipastikan Pilkada Tabanan tak hanya diikuti pasangan calon yang diusung PDIP saja. Apalagi dalam koalisi tujuh parpol nanti dari kesepakatan yang telah dibuat bakal membentuk nama KIM Plus (Koalisi Indonesia Maju plus NasDem). Ketua DPC Gerindra Tabanan, I Wayan Juliastrawan alias Wawan membenarkan adanya rancangan tujuh parpol bakal berkoalisi. Namun untuk pembahasan lebih lanjut bakal dilakukan rapat kembali minggu depan. Karena masih ada pimpinan partai belum bisa ikut rapat, namun mereka sudah sepakat untuk berkoalisi.
 
"Pada intinya tujuh parpol melalui pimpinan partai yang hadir sudah sepakat untuk berkoalisi," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu malam. Disebutkan, rancangan kesepakatan koalisi ini berdasarkan silaturahmi dan tukar pikiran antara pimpinan partai. Termasuk dari aspirasi masyarakat supaya adanya perlawanan dalam Pilkada Tabanan. "Nama koalisi sesuai rancangan ini KIM plus NasDem. Namun ini belum pasti masih bakal dirapatkan minggu depan," kata Wawan. 

Disebutkan dalam rancangan koalisi, seluruh pimpinan partai menginginkan adanya wadah yang lebih intens untuk Pilkada Tabanan. Bahkan dalam rancangan ini tim sepakat akan membentuk Sekber (sekretariat bersama). "Sekber dibentuk untuk dapat menjaring calon bupati dan calon wakil bupati yang potensial. Jadi calon yang diusung harus lengkap otak, ongkos, otot (3O). Jadi kita terbuka untuk calon siapa yang lengkap itu diusung," tegas politisi asal Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat ini. 

Hal senada disampaikan Ketua DPD II Golkar Tabanan, I Nyoman Wirya. Menurutnya, para pimpinan partai berkumpul untuk membahas rancangan koalisi dalam persiapan Pilkada Tabanan. Namun kesepakatan ini masih belum final karena masih ada pandangan berbeda. Perbedaan pandangan itu terkait dengan prioritas. Di satu sisi, ada beberapa partai memandang perlu mempersiapkan wadah terlebih dulu.

Sedangkan, internal partainya, yakni Golkar memandang perlu mempersiapkan figur terlebih dulu. “Di sana titiknya belum ketemu,” kata Wirya. Meski demikian, tegas Wirya, semua partai yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat menginginkan adanya perubahan kepemimpinan. “Cuma polanya saja yang berbeda,” tegasnya.

Dia sendiri di Golkar memandang perlu figur mumpuni untuk menghadapi PDIP yang notabene partai pemenang. Bahkan, dia menggarisbawahi bahwa figur yang hendak dijagokan dalam Pilkada Serentak 2024 harus memiliki otak, ongkos, dan otot (3O). “Kalau tanpa itu kita di Tabanan rasanya berat. Tapi teman-teman (partai) lain sepakat membentuk wadah dulu. Sehingga perlu penyelarasan lagi. Kami di internal Golkar akan rapat pada 22 Juni 2024 ini. Setelah itu kami akan kumpul lagi,” tandasnya. 7 des

Komentar