nusabali

Jepang Terbesar Serap Tuna Bali

  • www.nusabali.com-jepang-terbesar-serap-tuna-bali

Ikan tuna masih menjadi primadona ekspor Bali. Sayangnya ekspor ikan dalam kemasan kaleng menurun seiring faktor cuaca.

Ekspor Ikan Kaleng Anjlok

DENPASAR,NusaBali
Jepang masih menjadi pasar terbesar ekspor tuna dari Bali. Data hingga Mei 2017, ekspor tuna dari Bali ke Jepang sebanyak 1.534,57 ton. Disusul Amerika Serikat (AS) 1.316,07 ton. Australia di posisi ketiga dengan volume 212,16 ton. Di pihak lain volume ekspor ikan kaleng Bali merosot 36,19 persen dibandingkan dengan per Mei 2016. Per Mei 2016 volume ekspor ikan kaleng dari Bali sebanyak 1.571,70 ton. Pada periode sama 2017 ini, volume ekspor ikan  kaleng baru 1.002,91 ton.

Kepala Dinas Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja menyatakan, penurunan ekspor ikan kaleng tersebut karena unit- unit produksi/pengolahan (UP) seperti di Pengambengan Jembrana kesulitan bahan baku (sardenila atau lemuru). “Diperkirakan karena faktor cuaca,” jelas Gunaja, Senin (10/7).

Kondisi cuaca menyebabkan lemuru berada di kedalaman laut, sehingga nelayan kesulitan melakukan penangkapan. “Ini hal rutin, kita tentu tak bisa intervensi,” lanjut Gunaja.

Pihak unit pengalengan, kata Gunaja, tentu sudah paham dan antisipatif, mengingat kondisi cuaca di perairan faktor alam, yang kerap terjadi. “Namun bagaimanapun tetap berpengaruh terhadap volume dan nilai ekspor,” kata Gunaja.

Penurunan ekspor tentu berimbas terhadap perekonomian. Berbeda dengan ikan kaleng, ekspor tuna baik volume dan nilainya meningkat. Hingga Mei 2017, volume ekspor tuna 5.952,26 ton dengan nilai  52.996.312,42 dolar AS. Sedangkan  per Mei 2016, volume ekspor tuna Rp 4543,87 ton dengan nilai 30.722.359,82 dolar AS.

Ada peningkatan volume ekspor sebanyak 31 persen dan peningkatan nilai ekspor 72,50 persen. “Ini yakin salah satu imbas larangan illegal fishing. Sehingga harga tuna tetap terjaga,” ujar Gunaja.

Dikatakan Gunaja, jika sebelumnya stok tuna sampai overload, salah satunya karena imbas illegal fishing, kini kondisi tersebut diyakini tak terjadi karena tangkapan tuna terbatas, pada penangkapan yang legal saja. “Kira-kira itu pengaruhnya,” tambah Gunaja.

Sejauh ini pasar ekspor tuna dari Bali tetap pasar-pasar yang sudah ada, Jepang, AS, Australia, Prancis, Taiwan dan lainnya. Sedang pasar ekspor ikan kaleng Amerika, Afrika Selatan, Singapura, Ghana, Lebanon dan beberapa negara lainnya. *k17

Komentar