nusabali

Pasien Suspect Meningitis Bertambah, RSUD Total Rawat 10 Pasien Suspect Meningitis

  • www.nusabali.com-pasien-suspect-meningitis-bertambah-rsud-total-rawat-10-pasien-suspect-meningitis

RSUD Buleleng juga sempat menerima pasien diduga meningitis yang meninggal dunia, Senin (29/5) lalu, awalnya sempat diduga alami gangguan kejiwaan.

SINGARAJA, NusaBali
RSUD Buleleng kembali menerima pasien yang diduga menderita Meningitis (radang selaput otak). Tambahan dua pasien itu masuk pada akhir Mei lalu dengan gejala klinis, demam, kaku kuduk hingga penurunan kesadaran. Tim penanganan RSUD Buleleng pun hingga Jumat (2/6) masih menunggu hasil pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab penyakit yang diderita pasien.

Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, dr Luh Putu Lina Kamelia seizin Dirut dr Putu Arya Nugraha, Jumat kemarin mengatakan kini total ada 10 orang pasien yang dirawat. Delapan orang pasien masih suspect meningitis dan dua orang lainnya sudah dinyatakan positif menderita Meningitis Streptococcus Suis (MSS).

“Seluruh pasien saat ini dalam kondisi membaik. Termasuk dua pasien positif yang sebelumnya sempat dirawat di ICU. Sekarang sudah normal sekali kondisinya tetapi sedang penanganan di poli THT karena mengalami ketulian, salah satu dampak meningitis streptococcus suis,” terang dr Lina Kamelia.

Sementara itu, RSUD Buleleng juga sempat menerima pasien diduga meningitis yang akhirnya meninggal dunia pada, Senin (29/5) lalu. Pasien yang berasal dari salah satu kelurahan di Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini saat diterima rumah sakit menunjukkan gejala penurunan kesadaran dan mengamuk.

Tim medis menduga ada gangguan kejiwaan. Belum sempat ditangani lebih intensif pasien yang bersangkutan meninggal dunia. “Dari pemeriksaan memang ada tanda fisik kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Dari keterangan istri almarhum juga ada riwayat makan lawar (olahan babi). Tetapi kami belum sempat ambil sampel untuk diuji mikrobiologinya, keburu pasien meninggal dunia. Jadi itu baru dugaan. Karena untuk memastikan harus ada uji laboratorium,” tegas dia.

Menurut dr Lina Kamelia, meningitis streptococcus suis memiliki dampak lebih berat dibandingkan dengan meningitis biasa. Bakteri streptococcus yang ditularkan babi ini tidak hanya menyerang selaput otak, tetapi juga menjangkiti otak. Sehingga pasien yang dinyatakan positif Meningitis Streptococcus Suis harapan untuk sembuh total sangat tipis. “Kalaupun sembuh biasanya ada gejala sisa yang permanen, yakni tuli dan vertigo. Mortalitas (angka kematian) juga cukup tinggi di atas 50 persen. Tetapi kalau yang meningitis biasa itu bisa sembuh sepenuhnya dan lebih cepat masa pemulihannya,” imbuh dia.

Dari riwayat pasien suspect meningitis yang dirawat di RSUD Buleleng disebut dr Lina Kamelia berasal dari berbagai usia. Penyakit meningitis apalagi yang disebabkan bakteri streptococcus suis tidak memandang usia. Seluruh orang dari berbagai usia berpotensi terjangkit, jika mengkonsumsi daging atau bagian babi yang tidak diolah dengan tepat. Sejauh ini RSUD Buleleng menyiapkan 14 tempat tidur khusus untuk penanganan pasien meningitis. 

Sebanyak 12 bed di ruang sandat dan 2 bed di ruang intensif. Sebelumnya sebanyak 8 orang pasien di RSUD Buleleng sedang menjalani perawatan intensif. Mereka dinyatakan memiliki gejala klinis terinfeksi meningitis. Bahkan dua orang diantaranya dinyatakan positif Meningitis Streptococcus Suis (MSS) yang dugaan penularannya melalui babi. Delapan pasien ini masuk ke RSUD Buleleng sejak pekan lalu. Seluruhnya pun sudah dilakukan tindakan lumbal pungsi atau pengambilan cairan otak untuk pengujian lebih lanjut. Dua hasil pengujian kultur ini sudah keluar dan dinyatakan positif streptococcus suis. Pasien itu berasal dari Kecamatan Sawan dan Kecamatan Buleleng.

Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha didampingi Dokter Spesialis Neurologi dr Luh Putu Lina Kamelia ditemui, Senin (29/5) menerangkan delapan pasien yang menjalani perawatan saat ini memang sudah memenuhi gejala klinis meningitis. Seperti demam, nyeri kepala dan kaku pada leher yang disertai penurunan kesadaran. Seluruh pasien pun menjalani lumbal pungsi untuk mengetahui jenis bakteri yang menjangkitinya. 7 k23

Komentar